Market Hari Ini 28 May 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Emiten Bakrie BUMI Himpun Dana Rp1,83 Triliun dari Obligasi

BUMI resmi menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp1,83 triliun di tengah dinamika industri energi dan pergerakan saham yang fluktuatif.

BUMI menerbitkan obligasi Rp1,83 triliun di BEI dengan bunga hingga 9,05 persen di tengah tekanan industri energi dan volatilitas saham.

BUMI bidik investor lewat obligasi Rp1,83 triliun, bunga hingga 9,05 persen. Foto: dok. BUMI
BUMI bidik investor lewat obligasi Rp1,83 triliun, bunga hingga 9,05 persen. Foto: dok. BUMI

KABARBURSA.COM – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengeluarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai total Rp1,83 triliun.

Penerbitan obligasi digadang-gadang menjadi langkah taktis menjaga fleksibilitas pendanaan di tengah dinamika industri energi dan tekanan transisi menuju energi bersih.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahan, obligasi BUMI mulai diperdagangkan pada 29 Mei 2026. Obligasinya terbagi dalam tiga seri dengan tingkat bunga yang berbeda. 

Seri A diterbitkan senilai Rp600,04 miliar dengan bunga atau imbal hasil 7,50 persen dan tanggal jatuh tempo pada 6 Juni 2027. 

Obligasi BUMI Seri B memiliki nilai Rp905,97 miliar. Besar bunganya 8,75 persen dan jatuh temponya ditetapkan pada 26 Mei 2029.

Sementara Seri C yang bernilai Rp333,86 miliar menawarkan imbal hasil 9,05 persen dengan tanggal jatuh tempo 26 Mei 2031.

Obligasi ini melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai wali amanat dan memperoleh peringkat idA+ dari PEFINDO. Hal ini menandai prospek kemampuan pembayaran utang BUMI masih berada pada level kuat. 

Dalam keterangannya, obligasi BUMI tidak dilengkapi agunan dan jaminan tertentu. Sementara untuk pembelian kembali atau buyback dapat dilakukan pada satu tahun setelah tanggal penjatahan atau pada 25 Mei 2026. 

Sementara di lantai bursa, saham BUMI dibayangi volatilitas tinggi meski sempat menunjukkan pemulihan sejak awal 2026. Berdasarkan perdagangan terakhir per 26 Mei 2026, saham emiten batu bara milik Grup Bakrie tersebut ditutup melemah 2,92 persen ke level Rp166 per saham.

Dalam sepekan terakhir, saham BUMI bergerak fluktuatif dan tercatat melemah 8,92 persen. Jika ditinjau sebulan terakhir, saham BUMI melemah lebih dalam sebesar 27,19 persen. Sedangkan secara year to date, saham ini mengalami koreksi hingga 60,48 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait