Market Hari Ini 22 Jul 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Emiten Burung Walet ini Incar Dana Rp164 Miliar dari IPO

Emiten Burung Walet ini Incar Dana Rp164 Miliar dari IPO
Emiten Burung Walet ini Incar Dana Rp164 Miliar dari IPO

Daftar Isi

  1. 01 Membeli Saham IPO?

KABARBURSA.COM - Emiten peternak atau pembudidaya burung walet, PT Esta Indonesia Tbk (NEST), mengadakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Dalam IPO ini, perusahaan menerbitkan dan menawarkan 822 juta lembar saham, yang mewakili hingga 20 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Menurut prospektus IPO, perusahaan memulai penawaran awal atau bookbuilding pada Senin 22 Juli 2024, hingga Rabu 24 Juli 2024, dengan harga penawaran berkisar antara Rp160 hingga Rp200 per saham.

Dengan harga dan jumlah saham yang ditawarkan tersebut, perusahaan berpotensi meraih dana IPO sebesar Rp164,50 miliar.

Untuk mendukung suksesnya IPO ini, PT Esta Indonesia Tbk menunjuk PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. KGI Sekuritas telah menyatakan komitmen penuh (full commitment) untuk menanggung sisa saham yang tidak terpesan atau terserap dalam IPO tersebut.

Terkait penggunaan dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum ini, sekitar 7,57 persen akan digunakan untuk belanja modal berupa tanah dan bangunan yang akan dijadikan rumah sarang burung walet di Poso, Sulawesi Tengah.

Aset yang diincar merupakan milik pihak afiliasi, yaitu Hoo, Anton Siswanto, yang juga Direktur Utama dan Pemegang Saham Pengendali Perseroan.

Sekitar 18,93 persen akan digunakan untuk penyetoran modal kepada Entitas Anak, PT Tunas Esta Indonesia (PT TEI), yang selanjutnya akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian 6 bidang tanah dan bangunan.

Aset tersebut akan digunakan sebagai kantor operasional PT TEI dan pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 35 ton per tahun, terletak di satu area yang sama.

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan perusahaan, termasuk pembelian bahan baku, pembayaran gaji, pembelian alat dan bahan pendukung kegiatan operasional, serta biaya operasional lainnya.

Sebagai informasi, sebelum IPO, saham PT Esta Indonesia Tbk dikuasai oleh Hoo, Anton Siswanto dengan porsi kepemilikan 91,99 persen, dan Djoko Hartanto sebesar 0,09 persen.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2000 sebagai bisnis keluarga dan memiliki pabrik di Terboyo Industrial Park, Semarang. Perseroan juga memiliki 9 rumah burung walet sendiri dan berkomitmen untuk terus menambah jumlahnya, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Esta Indonesia merupakan perusahaan yang secara legal yang mengekspor sarang burung walet ke China dengan nomor registrasi 002. Menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang mampu mengekspor sarang burung walet ke Negara Tirai Bambu.

Sebagai informasi, Esta Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp4,27 miliar per Januari 2024 atau naik dari periode yang sama pada 2023 sebesar Rp3,43 miliar. Adapun, penjualan NEST tercatat Rp81,71 miliar, tumbuh dari posisi yang sama di 2023 sebesar Rp77,16 miliar.

Berikut perkiraan jadwal IPO PT Esta Indonesia Tbk:

Masa Penawaran Awal: 22-24 Juli 2024

Tanggal Efektif: 31 Juli 2024

Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 1-6 Agustus 2024

Tanggal Penjatahan: 6 Agustus 2024

Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 7 Agustus 2024

Tanggal Pencatatan Saham Pada Bursa Efek Indonesia: 8 Agustus 2024

Membeli Saham IPO?

Membeli saham IPO bisa menjadi peluang menarik untuk meraih keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, di balik potensi keuntungan tersebut, ada risiko yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa contoh keuntungan dari membeli saham IPO:

Potensi Profit di Hari Pertama Listing

Saham IPO umumnya mengalami kenaikan harga pada hari pertama listing, menawarkan potensi keuntungan tinggi bagi investor dalam waktu singkat. Beberapa saham IPO bahkan terus mengalami kenaikan harga beberapa minggu atau bulan setelah listing perdana.

Contohnya, saham BREN yang per 19 Juli 2024 harganya sudah mencapai Rp9.025/saham, naik +920 persen dari harga IPO-nya di 9 Oktober 2023 sebesar Rp780 per lembar.

Mendapatkan Saham di Harga Murah

IPO menawarkan kesempatan bagi investor untuk membeli saham di harga awal yang relatif murah dibandingkan harga di masa depan, dengan asumsi harga saham tersebut terus naik.

Saham Dapat Dijual dengan Cepat

Saham IPO biasanya memiliki likuiditas tinggi pada hari-hari pertama perdagangan sehingga dapat dijual dengan cepat di bursa, termasuk saat harga melejit di hari pertama listing.

Potensi Keuntungan Dividen

Jika perusahaan yang baru melantai mampu membukukan kinerja keuangan yang baik, kemungkinan besar di masa depan perusahaan tersebut akan membagikan dividen yang menguntungkan investor.

Namun, investasi saham IPO juga memiliki risiko, antara lain:

Risiko Penurunan Harga

Tidak semua saham IPO mengalami kenaikan harga saat listing perdana di bursa efek. Beberapa saham seperti MPIX, BAIK, dan GRPH justru mengalami penurunan harga yang drastis. Sebagai investor, penting untuk waspada terhadap risiko penurunan harga ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Lakukan riset mendalam tentang perusahaan dan prospeknya sebelum membeli saham.

Keterbatasan Informasi

Prospektus perusahaan IPO biasanya berisi informasi yang terbatas tentang perusahaan. Hal ini membuat investor sulit melakukan analisis fundamental yang mendalam untuk mengetahui nilai wajar perusahaan yang sebenarnya.

Kurangnya Riwayat Performa

Perusahaan IPO belum memiliki riwayat performa yang panjang, sehingga sulit memprediksi kinerjanya di masa depan. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait