Market Hari Ini 12 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Emiten Emas Genjot Target Penjualan di Tahun Naga Kayu

Emiten Emas Genjot Target Penjualan di Tahun Naga Kayu
Emiten Emas Genjot Target Penjualan di Tahun Naga Kayu

KABARBURSA.COM-Beberapa emiten emas dan perhiasan bersaing meningkatkan target penjualan tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang, Syarief Faisal Alkadrie, mengungkapkan bahwa PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam akan terus meningkatkan kinerja produksi dan penjualan semua komoditas intinya. "Antam akan memprioritaskan strategi pengembangan basis pelanggan dalam negeri, terutama pada produk emas, bijih nikel, dan bauksit," jelasnya dikutip Senin 12 Februari 2024.

Antam, kata Faisal juga akan fokus pada pengelolaan biaya operasional, menjaga cash cost agar tetap kompetitif, serta terus melakukan inovasi bisnis. "Meskipun volume produksi dan penjualan emas Antam mengalami penurunan sepanjang tahun lalu, perusahaan berhasil mencapai target produksi yang ditetapkan," ujar dia.

Pada tahun 2023, Antam menjual 26.129 kg emas. Namun, penjualan ini turun 25,27 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

PT United Tractors Tbk (UNTR), anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII), juga menaikkan target produksi emasnya dari Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan.

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis menyatakan bahwa penjualan emas Tambang Martabe ditargetkan mencapai 210.000 oz tahun ini, naik dari tahun sebelumnya."Diperkirakan penjualan emas Tambang Sumbawa Jutaraya (SJR) sekitar 25.000 oz, sehingga total proyeksi penjualan emas UNTR tahun ini adalah 235.000 oz," jelasnya.

Untuk mendukung rencana bisnis emas, kata Sara, UNTR mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1,8 triliun.

Selain produsen, emiten di sektor hilir emas juga meningkatkan target penjualan tahun ini. Salah satunya adalah PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Direktur Hubungan Investor HRTA Thendra Chrisnanda, mengungkapkan bahwa pendapatan HRTA diproyeksikan tumbuh 30 persen secara tahunan. "HRTA menargetkan pertumbuhan harga jual rata-rata 5 persen tahun ini. Perusahaan juga berupaya memaksimalkan peluang pasar ekspor, dengan target penjualan ekspor menyumbang 30 persen dari total pendapatan konsolidasian di akhir tahun 2024," bebernya.

Kemitraan ekspor perhiasan emas ke India dengan RKD Solutions menjadi langkah HRTA dalam memperluas pasar internasionalnya. Transaksi ini diperkirakan bernilai US$ 113,51 juta atau setara dengan Rp 1,77 triliun.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait