Market Hari Ini 05 Aug 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Emiten ini Disuspen BEI karena Sahamnya Mendadak Melambung

Emiten ini Disuspen BEI karena Sahamnya Mendadak Melambung
Emiten ini Disuspen BEI karena Sahamnya Mendadak Melambung

Daftar Isi

  1. 01 Rekomendasi Trading Saham untuk Hari ini

KABARBURSA.COM - Saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) melonjak 24,59 persen hingga mencapai batas auto reject atas (ARA) di Rp456 pada perdagangan Jumat, 2 Agustus 2024, pekan lalu.

Dalam sepekan terakhir, saham SMDM melesat 71,43 persen, dan dalam sebulan terakhir, SMDM meningkat 141,27 persen.

Menanggapi hal itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menerapkan suspensi terhadap saham SMDM untuk perdagangan pada hari Senin, 5 Agustus, akibat adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.

"Penghentian perdagangan (suspensi( untuk sementara perdagangan saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) ini diterapkan di pasar reguler dan pasar tunai untuk memberi waktu yang cukup kepada pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan informasi yang ada sebelum membuat keputusan investasi di saham SMDM,” jelas pengumuman BEI dikutip, Senin, 5 Agustus 2024.

Sebagai informasi, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), emiten Grup Sinar Mas, telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat terkait akuisisi 91,99 persen saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), pengembang perumahan premium Rancamaya di Kota Bogor.

Pada 31 Juli 2024, BSDE telah bernegosiasi secara langsung dengan Top Global Limited (TGL), pemilik SMDM. Jika transaksi rampung, BSDE akan menjadi pengendali baru SMDM dan akan menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer).

Sementara itu, Stockbit Sekuritas dalam ulasannya mengungkap bahwa Top Global merupakan entitas yang masih terafiliasi dengan keluarga Sinar Mas. Adapun berdasarkan filing dari Sinarmas Land, nilai akuisisi tersebut mencapai USD195,2 juta atau sekitar Rp2,36 triliun.

Sesuai regulasi, sebut Stockbit Sekuritas, BSDE akan melakukan mandatory tender offer (MTO) terhadap sisa saham SMDM setelah akuisisi.

"Kami mengestimasikan harga MTO tersebut sekitar Rp538 per saham, lebih tinggi +47 persen dari harga saham SMDM pada penutupan bursa 1 Agustus 2024," jelas Stockbit dalam ulasannya pekan lalu.

Diversifikasi

Berdasarkan regulasi sendiri, jelas Stockbit, harga MTO adalah harga tertinggi antara i) harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan saham SMDM dalam 90 hari terakhir sebelum pengumuman akuisisi; atau ii) harga akuisisi yang dibayarkan BSDE kepada Top Global Ltd.

SMDM merupakan perusahaan real estate yang memiliki total landbank seluas 1.130 ha, berdasarkan laporan keuangan per 1Q24. Lahan-lahan tersebut terdiri dari 623 hektare di Bekasi dan Bogor, 461 hektare di Rancamaya, dan 45 hektare di Royal Tajur.

SMDM juga memiliki total area perizinan proyek sebesar 2.198 hektare, yang terdiri dari 1.350 hektare di Harvest City, 780 hektare di Rancamaya Golf, dan 68 hektare di Royal Tajur. Pada FY23, SMDM mencatatkan laba bersih sebesar Rp104 miliar.

"Transaksi ini mengimplikasikan harga akuisisi landbank milik SMDM sekitar Rp227.000 per meter persegi, yang menurut kami cukup murah," terang Stockbit.

Namun, lanjut mereka, jika mempertimbangkan valuasi BSDE saat ini yang hanya diperdagangkan di 0,6x PBV, akuisisi SMDM di PBV yang lebih tinggi jadi terlihat mahal.

"Kami berpendapat bahwa manajemen BSDE kemungkinan menganggap transaksi ini dapat memberikan nilai strategis untuk menambah diversifikasi bisnis mereka secara geografis, di luar area Serpong. Akuisisi ini akan dibayar secara cash, di mana BSDE memiliki kas sebesar Rp9,7 triliun per 1Q24," pungkas Stockbit.

Rekomendasi Trading Saham untuk Hari ini

Pada Jumat, 2 Agustus kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. IHSG melemah 0,24 persen atau 17,862 poin ke 7.308,123  hingga akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melansir RTI, IHSG terpantau menguat 0,27 persen dalam sepekan kemarin. 

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Wahyu Saputra melihat pada pekan kemarin IHSG ditutup negatif dan bertahan di level support 7,308. Indikator stochastic bergerak bullish, MACD histogram bergerak negatif (garis bearish) dan volume meningkat.

Wahyu memperkirakan arah pergerakan IHSG pada sesi perdagangan Senin, 5 Agustus 2024 hari ini akan dipengaruhi data ekonomi dalam negeri yaitu ada tingkat pertumbuhan PDB QoQ kuartal II 2024 dan tingkat pertumbuhan PDB YoY kuartal II 2024.

"Selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, untuk data ekonomi luar negeri akan dipengaruhi oleh  Penggajian Non Pertanian Juli dan tingkat Pengangguran Juli Amerika Serikat (AS). Selain itu juga ada risalah Rapat Kebijakan Moneter Bank Sentral Jepang (BoJ), Layanan Caixin PMI Juli dan PMI Komposit Caixin Juli China.

"Maka kami perkirakan pada hari ini IHSG berada pada rentang support 7,.255 sampai dengan 7.264 dan resistance 7.347 sampai dengan 7.356," ujarnya.

Sementara itu, Equity Research Analys Phintraco Securities, Alrich Paskalis Tambolang melihat IHSG ditutup melemah ke level 7.308.123  pada perdagangan Jumat kemarin, secara teknikal terdapat golden cross pada stochastic RSI seiring dengan penyempitan negative slope pada MACD. Meskipun demikian, terbentuk pola bullish spinning top yang mengindikasikan adanya potensi konsolidasi pada pergerakan IHSG. 

"Maka IHSG diperkirakan akan konsolidasi di area 7.300 hingga 7.330 pada Senin hari ini," jelas Alrich.

Pada hari ini, menurut Alrich, pasar domestik menanti rilis data penting pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan masih berada di level 5 persen untuk kuartal II-2024 atau turun dari level 5,11 persen di kuartal I-2024.

Sementara itu, secara kuartalan terdapat ekspektasi peningkatan PDB sebesar 3,71 persen atau menjadi peningkatan positif setelah mengalami penurunan 0,83 persen pada kuartal I-2024.

"Meskipun angka proyeksi tersebut lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2024, laju pertumbuhan ekonomi masih positif dan berada di kisaran level 5 persen meskipun masih terdapat ketidakpastian dari perekonomian global,"  jelasnya.

Dengan begitu, Alrich merekomendasikan untuk para investor mencermati saham ADMR, HRUM, PTBA, MAPI, BBTN, dan EXCL.

Sementara Wahyu merekomendasikan untuk buy PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga Rp  3.380 – 3.430, buy PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 11.375 sampai dengan 11.575, buy PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target harga Rp1.490 hingga Rp1.510 dan buy PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan target harga Rp230 sampai dengan 234 per saham. (*)

 

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kabarbursa.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait