Market Hari Ini 20 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Emiten Koleksi Lo Kheng Hong ini Raup Cuan USD70 Juta di 2025

Pendapatan dan kontribusi laba asosiasi turun seiring penyesuaian kinerja di berbagai lini bisnis terintegrasi.

ABMM catat laba USD70 juta pada 2025, turun dari USD139 juta tahun sebelumnya.

PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih sebesar USD70,48 juta pada tahun buku 2025. (Foto: Dok. ABMM)
PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih sebesar USD70,48 juta pada tahun buku 2025. (Foto: Dok. ABMM)

KABARBURSA.COM – PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih sebesar USD70,48 juta pada tahun buku 2025. Kinerja ini lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai USD139,34 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com, Lo Kheng Hong tercatat sebagai salah satu pemegang saham individu di ABMM dengan kepemilikan sekitar 5,62 persen. 

Pendapatan emiten koleksi Lo Kheng Hong ini sepanjang 2025 tercatat sebesar USD1,03 miliar, turun dari USD1,20 miliar pada 2024. Penurunan ini sejalan dengan kontraksi pada beberapa lini bisnis utama dalam portofolio terintegrasi perusahaan.

Beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD934,49 juta, turun dari USD1,06 miliar pada tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat USD103,67 juta, lebih rendah dibandingkan USD131,19 juta pada 2024.

Dari sisi operasional, laba usaha tercatat USD63,35 juta, turun dari USD107,85 juta. Beban umum dan administrasi mencapai USD58,37 juta, sementara beban penjualan dan distribusi tercatat USD2,18 juta.

Pendapatan lain-lain bersih tercatat sebesar USD20,23 juta. Sementara itu, kontribusi dari entitas asosiasi mencapai USD84,67 juta, turun dari USD151,37 juta pada tahun sebelumnya.

Pendapatan emiten pilihan Warren Buffet-nya Indonesia ini tercatat USD4,38 juta, sedangkan biaya keuangan mencapai USD76,55 juta. Laba sebelum pajak tercatat USD74,93 juta, turun dari USD153,74 juta pada 2024.

Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar USD4,44 juta, laba bersih tahun berjalan tercatat USD70,48 juta. Total penghasilan komprehensif tercatat USD58,16 juta.

Dari sisi struktur pendapatan, segmen mining contractor dan tambang batu bara menjadi kontributor terbesar dengan nilai USD755,01 juta. Segmen logistik dan sewa kapal menyumbang USD136,30 juta, diikuti perdagangan bahan bakar sebesar USD66,19 juta.

Segmen lain mencakup site services dan remanufacturing sebesar USD48,05 juta, manufaktur USD31,72 juta, serta sewa mesin pembangkit listrik sebesar USD864 ribu.

Berdasarkan komposisi pelanggan, pendapatan dari pihak berelasi tercatat USD613,99 juta, sementara dari pihak ketiga sebesar USD424,17 juta.

Dari sisi neraca, total aset ABMM tercatat sebesar USD2,05 miliar. Total liabilitas mencapai USD1,17 miliar, sedangkan total ekuitas tercatat USD880,42 juta.

Belanja modal sepanjang 2025 tercatat USD195,56 juta, lebih rendah dibandingkan USD293,21 juta pada 2024. Beban depresiasi dan amortisasi tercatat sebesar USD211,56 juta.

Perusahaan juga mencatat pendapatan sebesar USD4,56 juta yang berasal dari liabilitas kontrak pada tahun berjalan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait