Market Hari Ini 12 Jul 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Emiten Makanan Bayi Pakai Dana IPO Capai Rp36,9 Miliar

Emiten Makanan Bayi Pakai Dana IPO Capai Rp36,9 Miliar
Emiten Makanan Bayi Pakai Dana IPO Capai Rp36,9 Miliar

Daftar Isi

  1. 01 Pengumuman Pengambilalihan
  2. 02 Capaian Laba Bersih
  3. 03 Bongkar Petinggi

KABARBURSA.COM - PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ), sebuah emiten yang bergerak di bidang industri dan makanan bayi, telah menyampaikan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per tanggal 30 Juni 2024.

Direktur utama NAYZ, Teuku Chairul Wisal, menyatakan dalam keterangan tertulisnya pada Jumat 12 Juli 2024, bahwa perseroan memperoleh hasil IPO yang efektif pada tanggal 30 Januari 2023 sebesar Rp51 miliar, dengan biaya sebesar Rp2,88 miliar, sehingga hasil bersih IPO mencapai Rp48,11 miliar.

Dengan demikian, total dana IPO yang telah direalisasikan oleh NAYZ adalah sebesar Rp36,9 miliar. Dana IPO yang masih tersisa sebesar Rp11,2 miliar disimpan di Bank BCA sebagai rekening giro.

Sebagai informasi tambahan, NAYZ resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 6 Februari 2023 dengan sebanyak 510 juta saham, atau setara dengan 20 persen dari total kepemilikan saham setelah penawaran umum, dengan harga penawaran Rp100 per saham, dan meraih hasil IPO sebesar Rp51 miliar.

Rincian penggunaan dana IPO oleh NAYZ adalah sebagai berikut:

  • Modal kerja: Rp13,9 miliar
  • Pelunasan pembelian tanah: Rp3 miliar
  • Pembangunan pabrik dan pembelian mesin: Rp20 miliar

Pengumuman Pengambilalihan 

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ) telah mengumumkan pengambilalihan pengendalian oleh PT Asia Intrainvesta.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen NAYZ menyatakan bahwa pada 7 Februari 2024, PT Asia Intrainvesta (AI) yang sebelumnya memegang 400 juta saham atau sebesar 15,69 persen saham NAYZ, telah mengambil alih saham tambahan dari PT Hassana Investa Utama. AI mengambil sejumlah 1,04 miliar saham atau sebesar 40,78 persen saham dengan harga Rp16 per saham, dengan total harga beli saham NAYZ sebesar Rp16,64 miliar.

Dengan pengambilalihan tersebut, AI kini menjadi pemegang saham mayoritas perseroan dengan kepemilikan sejumlah 1,44 miliar saham atau 56,47 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Saham NAYZ pada penutupan perdagangan 7 Januari 2024 ditutup pada harga Rp16 per saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp40,8 miliar. PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. adalah produsen makanan bayi yang didirikan pada 2 Oktober 2014 dan mengelola sebuah pabrik yang berlokasi di Tangerang.

NAYZ tercatat melakukan IPO pada 6 Februari 2023, menawarkan sahamnya pada harga Rp100 per saham. Struktur pemegang saham NAYZ saat ini mencakup:

  • PT Hassana Investa Utama: 40,78 persen
  • PT Asiavesta Investama Jaya: 19,61 persen
  • PT Asia Intravesta: 56,47 persen (setelah pengambilalihan)
  • PT Nusa Perkasa International: 3,92 persen
  • Masyarakat: 20 persen

Dengan adanya pengambilalihan ini, PT Asia Intrainvesta kini memegang kendali mayoritas atas NAYZ, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis ke depannya.

Capaian Laba Bersih

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) akan membagikan dividen sebesar Rp 306 juta kepada para pemegang saham atau sekitar 99 persen dari capaian laba bersih NAYZ sepanjang 2023.

Direktur Utama Hassana Boga Sejahtera, Teuku Chairul Wisal, menuturkan nantinya setiap megang saham NAYZ bakal memperoleh dividen tunai senilai Rp 0,12 per saham.

"Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham NAYZ pada 11 Juni 2024," jelasnya dalam keterangan resmi.

Dicatatkan NAYZ membukukan laba bersih sebesar Rp 307,2 juta sepanjang 2023. Captain tersebut mengalami penurunan sebesar 86,4 persen secara tahunan dari capaian di 2022 sebesar Rp 2,26 miliar.

Kendati begitu, pendapatan emiten produsen makanan bayi ini mengalami meningkat 13,6 persen secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 42,23 miliar menjadi Rp 48 miliar pada 2023.

Teuku menjelaskan penurunan laba bersih itu disebabkan oleh adanya kenaikan biaya yang dikeluarkan NAYZ untuk operasional. Ke depannya, NAYZ bakal terus meningkatkan penjualan.

"Kami akan terus mengembangkan jaringan distribusi penjualan ke seluruh Indonesia, baik retail maupun kemitraan sehingga pendapatan bisa meningkat," kata dia.

Bongkar Petinggi

Produsen bubur bayi dan juga beras PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) menyetujui pengunduran diri dua komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 September 2023.

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.329.520.600 saham atau 91,35 persen dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.

Dua petinggi tersebut yakni Achmad Machlus Sadat selaku Komisaris Utama dan Kuswiyoto selaku Komisaris Independen.

 Achmad Machlus merupakan salah satu pengendali NAYZ dengan porsi kepemilikan saham langsung sebesar 15,69 persen atau 400 juta saham. Saham NAYZ saat ini sudah sangat jauh dari harga perdananya 100 per lembar dan pada penutupan kemarin hanya ada di level 21 per lembar.

 "Pengunduran diri keduanya terhitung sejak ditutupnya RUPSLB, serta memberikan pembebasan dan pelunasan sepenuhnya (acquit et decharge) atas tindakan pengawasan yang telah dilakukannya terhitung sejak tanggal 1 Januari 2023 sampai dengan tanggal ditutupnya RUPSLB," tulis Sekretaris Perusahaan Hassana Boga Bambang Setiadji dalam keterbukaan informasi BEI.

Emiten produsen makanan bayi tersebut memastikan tidak ada dampak dari kejadian, informasi, tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.

 RUPSLB pun mengangkat Arief Banang Trinovan sebagai komisaris utama dan Bambang Wijananto sebagai komisaris independen untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait