Market Hari Ini 15 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Emiten Tommy Soeharto Bicara Model Bisnis Baru HUMI 2026

Pergantian direksi di HUMI membuka arah strategi baru. Manajemen menyiapkan repositioning bisnis maritim yang tidak lagi bertumpu pada kepemilikan kapal semata.

HUMI memaparkan model bisnis terintegrasi untuk 2026 usai RUPSLB. Fokus pada logistik maritim dan energi dengan pendekatan terintegrasi.

Perubahan ini, dalam agenda yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026, menjadi sinyal penataan ulang arah bisnis perseroan memasuki 2026. (Foto: Dok. Humpuss Maritim)
Perubahan ini, dalam agenda yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026, menjadi sinyal penataan ulang arah bisnis perseroan memasuki 2026. (Foto: Dok. Humpuss Maritim)

KABARBURSA.COM – PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), emiten maritim yang terafiliasi dengan kelompok usaha Humpuss milik Tommy Soeharto, resmi mengumumkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)

Perubahan ini, dalam agenda yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026, menjadi sinyal penataan ulang arah bisnis perseroan memasuki 2026.

Direktur Utama HUMI yang baru, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, menyatakan bahwa perseroan tidak lagi memposisikan diri semata sebagai pemilik kapal. 

“Ke depan, HUMI akan fokus pada pertumbuhan revenue yang sehat melalui sinergi grup, pengembangan armada, dan diversifikasi usaha yang berkelanjutan, berbasis pada integrated maritime dan energy logistics nasional, bukan hanya sekadar ship owner,” ujar Ari Askhara dalam keterbukaan informasi, Kamis, 15 Januari 2026.

RUPSLB tersebut juga menetapkan Mahdan sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen menggantikan AR Sofyan, serta Dedi Hudayana sebagai Komisaris menggantikan Daryono. Di jajaran direksi, Ari Askhara ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Tirta Hidayat, sementara posisi Direktur diisi oleh Indra Yurana Sugiarto menggantikan Dedi Hudayana.

Manajemen menegaskan, penyegaran pengurus dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan di tengah dinamika industri maritim dan logistik energi yang semakin kompetitif. 

Adapun HUMI menilai kebutuhan jasa transportasi energi ke depan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan rantai pasok, infrastruktur, dan efisiensi operasional.

Selain perubahan struktur pengurus, HUMI juga menekankan fokus pada redefinisi efisiensi biaya operasional, pendanaan, dan pengelolaan keuangan. Langkah ini disebut tetap berjalan beriringan dengan prioritas keselamatan kerja serta kualitas layanan kepada pelanggan, terutama pada segmen transportasi energi dan logistik maritim.

Dari sisi non-keuangan, perseroan menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Manajemen menyebut pengembangan SDM diposisikan sebagai kemitraan bisnis internal dalam satu ekosistem HUMI Group, guna menopang ekspansi dan diversifikasi usaha.

HUMI juga menegaskan komitmen terhadap penerapan prinsip Good Corporate Governance serta integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnis jangka panjang. 

“Dalam kerangka ESG, perseroan menyusun roadmap untuk meminimalkan jejak karbon dan dampak lingkungan, sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan global,” pungkas I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Dengan dukungan pemegang saham utama Humpuss Group serta struktur manajemen baru, perseroan menyatakan optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang di tengah perubahan lanskap industri maritim sepanjang 2026. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait