Market Hari Ini 16 Dec 2024 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Empat Emiten Energi Sukses Manfaatkan Momentum Window Dressing

Empat Emiten Energi Sukses Manfaatkan Momentum Window Dressing
Empat Emiten Energi Sukses Manfaatkan Momentum Window Dressing

Daftar Isi

  1. 01 Mengungkap Misteri Window Dressing
  2. 02 Data Historis Performa LQ45

KABARBURSA.COM - Emiten energi sukses memanfaatkan momentum window dressing hingga pertengahan Desember 2024. Hal ini berkaca dari penguatan indeks LQ45 yang ditopang oleh sektor energi.

Analyst Stocknow.Id Abdul Haq Al Faruqy, mengatakan momentum window dressing akan selalu dikaitkan dengan emiten-emiten bluechip, khususnya pada indeks LQ45.

"Jika melihat secara garis besar bahwa sepanjang bulan Desember ini, indeks LQ45 berhasil bergerak positif dengan penguatan sebesar +0,5 persen," kata Abdul kepada Kabarbursa.com, Senin, 16 Desember 2024.

Abdul melanjutkan, penguatan indeks LQ45 ditopang oleh saham pada sektor energi seperti ADRO, ITMG, PTBA, hingga UNTR. Sementara, saham di sektor perbankan masih stagnan dan cenderung terkoreksi.

"Jadi, dapat disimpulkan bahwa emiten yang sukses memanfaatkan momentum window dressing ialah emiten di sektor energi," ujar dia.

Di sisi lain, Abdul juga memberi penjelasan mengenai kondisi window dressing 2024 dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pada tahun ini momentum window dressing diselimuti berbagai tantangan.

"Jika melihat kondisi ekonomi secara global dan domestik, beberapa sentimen negatif menerpa Indonesia di akhir tahun 2024," kata dia.

Adapun tantangan yang dimaksud misalnya kenaikan Inflasi di AS (Amerika Serikat) yang memicu The Fed menahan suku bunga, hingga rupiah yang terdepresiasi kembali ke level Rp16.000/USD seperti pada bulan Agustus lalu. Menurut Abdul, hal ini juga turut menjadi rintangan bagi IHSG untuk bersinar di bulan Desember.

"Sehingga, jika dibandingkan secara apple to apple pada 2023 lalu, Desember 2024 lebih memiliki tantangan untuk adanya window dressing," pungkas Abdul.

Mengungkap Misteri Window Dressing

Sebagian besar investor saat ini tengah fokus pada fenomena window dressing, sebuah praktik umum menjelang akhir tahun, khususnya Desember.

Fenomena tersebut ditandai dengan kenaikan harga saham-saham besar (blue chip) akibat upaya manajer investasi untuk mempercantik portofolio mereka. Dengan menjual saham yang merugi dan membeli saham yang sedang naik, aksi manajer investasi bertujuan agar kinerja portofolio tahunan mereka terlihat lebih menguntungkan.

Menurut seorang analis pasar modal Wahyu Laksono, fenomena yang terjadi di pasar saham dapat diibaratkan seperti cara toko dagang mempercantik tampilannya untuk menarik pembeli. Menjelang momen-momen tertentu, seperti akhir tahun dan tahun baru, banyak toko menghias etalase, menata ulang dagangan, dan menggunakan maneken (mannequin) atau dekorasi menarik untuk meningkatkan daya tarik mereka.

“Demikian pula di pasar saham, perusahaan sering menunjukkan kecenderungan serupa. Menjelang akhir tahun, terjadi fenomena di mana harga saham perusahaan besar, atau blue chip, sering mengalami kenaikan,” kata Wahyu ketika dihubungi oleh Kabarbursa.com, Selasa, 26 November 2024.

Hal ini pun tampak dari performa LQ45 pada Desember cenderung memiliki return positif (up) dan up probability yang tinggi untuk periode 2019-2023. LQ45 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Wahyu menambahkan, saham blue chips menjadi emiten yang dipilih oleh banyak perusahaan investasi karena memiliki kinerja keuangan dan bisnis yang konsisten baik dan mampu bertahan serta bangkit dalam kondisi sulit.

“Jadi wajar beberapa emiten terpilih saat window dressing yang blue chips. Ada di LQ45,” tegasnya.

Data Historis Performa LQ45

Berdasarkan data perdagangan Stockbit, kinerja pasar saham pada Desember, meskipun tidak selalu mengalami pertumbuhan yang signifikan, menunjukkan tingkat volatilitas yang relatif rendah dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Hal tersebut mengindikasikan adanya stabilitas yang cukup baik pada dua indikator utama yang dianalisis. Tren ini sejalan dengan peningkatan kinerja pasar secara keseluruhan pada kuartal IV, yang mengindikasikan adanya sentimen positif menjelang akhir tahun.

Analisis lebih lanjut oleh Kabarbursa.com terhadap data historis lima tahun terakhir mengungkap pola musiman yang menarik. Hasilnya menunjukkan bahwa probabilitas untuk memperoleh return positif pada Desember ini mencapai 80 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa Desember cenderung menjadi bulan yang menguntungkan bagi investor, meskipun tidak selalu memberikan return tertinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Sebagai contoh, pada 2022, Desember mencatat return 4,36 persen, bulan tertinggi dalam tahun tersebut, dan secara konsisten memberikan kontribusi positif pada performa tahunan. Namun, secara keseluruhan, tahun terbaik adalah 2022 dengan rata-rata return tahunan sebesar 3,56 persen, sedangkan tahun terburuk adalah 2019, dengan rata-rata minus 8,09 persen, terutama akibat penurunan tajam sebesar minus 21,42 persen pada Maret.

Singkatnya, Desember memiliki stabilitas dan konsistensi musiman. Pasar saham cenderung lebih stabil menjelang akhir tahun dan kinerja pasar baik atau buruk sering tetap menunjukkan pola positif pada Desember.(*)

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak, membeli, atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analisis atau sekuritas yang bersangkutan, dan  Kabarbursa.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian investasi yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait