Market Hari Ini 04 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

ENRG Bertahan di saat IHSG Amblas, ini Faktor Pendukungnya

Saat IHSG anjlok 4,32 persen dan lebih dari 700 saham berada di zona merah, saham ENRG justru menguat hingga Rp2.220 dengan lonjakan volume transaksi lebih dari 735 juta lembar.

IHSG anjlok 4,32 persen, namun saham ENRG justru naik ke Rp2.220. Volume transaksi melonjak di tengah kenaikan harga minyak global.

Di antara deretan saham trending di Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah, saham ENRG justru berhasil bertahan di zona hijau. (Foto: Dok Energi Mega Persada)
Di antara deretan saham trending di Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah, saham ENRG justru berhasil bertahan di zona hijau. (Foto: Dok Energi Mega Persada)

Daftar Isi

  1. 01 Harga Minyak Melonjak
  2. 02 BlackRock Catatkan Kepemilikan ENRG
  3. 03 Kinerja Keuangan Naik 21 Persen

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, menunjukkan arah berbeda dibandingkan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sebagian besar mengalami tekanan tajam.

Pada sesi perdagangan yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 4,32 persen ke level 7.596. Tekanan jual terjadi secara luas dengan lebih dari 700 saham tercatat berada di zona merah sepanjang sesi perdagangan.

Di tengah kondisi tersebut, saham ENRG justru berada di zona penguatan. Hingga sesi siang, saham perusahaan energi tersebut diperdagangkan di level Rp2.220 per saham atau naik sekitar 4,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sepanjang sesi perdagangan, saham ENRG bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Harga sempat menyentuh level tertinggi intraday di Rp2.420 sebelum mengalami pergerakan koreksi terbatas.

Dari sisi aktivitas perdagangan, saham ENRG juga mencatatkan volume transaksi yang relatif besar. Hingga pertengahan sesi, volume perdagangan tercatat telah melampaui 735 juta lembar saham.

Harga Minyak Melonjak

Pergerakan saham ENRG terjadi bersamaan dengan perkembangan harga komoditas energi global. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent dilaporkan bergerak di kisaran di atas USD80 per barel. Kenaikan tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik Iran dan Israel serta meningkatnya perhatian pasar terhadap jalur distribusi energi global di kawasan Teluk.

BlackRock Catatkan Kepemilikan ENRG

Di sisi lain, data kepemilikan saham menunjukkan adanya perubahan komposisi pemegang saham institusi pada ENRG dalam beberapa bulan terakhir.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk tercatat memiliki porsi kepemilikan sekitar 11,96 persen saham ENRG berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 23 Desember 2025. Kepemilikan tersebut setara dengan sekitar 3,15 miliar lembar saham.

Trimegah Sekuritas merupakan perusahaan sekuritas yang berada dalam kelompok usaha yang dipimpin oleh Boy Thohir melalui PT Galangan Kapal Biru.

Selain itu, laporan kepemilikan saham pada awal 2026 juga menunjukkan masuknya institusi investasi global BlackRock Inc. sebagai salah satu pemegang saham pada ENRG.

Akumulasi kepemilikan oleh BlackRock dilaporkan terjadi pada periode Januari hingga Februari 2026 melalui berbagai instrumen dana kelolaan yang dikelola perusahaan tersebut.

Perubahan struktur kepemilikan institusional tersebut terjadi berdekatan dengan perkembangan harga komoditas energi global serta aktivitas perdagangan saham ENRG di pasar reguler.

Kinerja Keuangan Naik 21 Persen

Dari sisi kinerja operasional, Energi Mega Persada juga melaporkan peningkatan kinerja keuangan pada tahun buku 2025. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar USD91,53 juta, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar USD75,39 juta.

Pendapatan perusahaan pada periode yang sama tercatat sebesar USD498,12 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD467,42 juta.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan perusahaan tercatat sebesar USD316,64 juta, turun dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya yang mencapai USD319,36 juta.

Sepanjang sesi perdagangan yang sama, sejumlah saham lain di bursa justru mencatatkan penurunan signifikan. Beberapa saham yang berada di kelompok penurunan terdalam di antaranya ELPI dan ARTA yang tercatat mengalami pelemahan dua digit.

Data perdagangan sektor juga menunjukkan tekanan yang cukup besar pada beberapa sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Sektor bahan baku tercatat mengalami penurunan hingga lebih dari delapan persen, sementara sektor transportasi juga berada di zona koreksi yang dalam.

Di tengah dinamika tersebut, saham-saham sektor energi termasuk ENRG, BUMI, dan MEDC tercatat tetap aktif diperdagangkan sepanjang sesi perdagangan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait