Market Hari Ini 01 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

ENRG Catat Laba Naik di Semester I 2025, Modal Kuat hingga Tutup Tahun

ENRG catat kenaikan penjualan 18 persen dan laba 7 persen di semester I 2025, didukung produksi migas lebih tinggi serta prospek tambahan pendapatan dari eksplorasi baru.

ENRG laporkan kinerja positif semester I 2025, penjualan naik 18 persen, laba 7 persen, saham reli, prospek pendapatan baru dari eksplorasi migas semakin kuat.

Fasilitas pengeboran minyak laut di Selat Malaka milik Energi Mega Persada atau ENRG. Foto: Dok. EMP.
Fasilitas pengeboran minyak laut di Selat Malaka milik Energi Mega Persada atau ENRG. Foto: Dok. EMP.

Daftar Isi

  1. 01 Fundamental Menarik, Performa Saham Impresif
  2. 02 Teknikal Berikan Sinyal Positif: BUY

KABARBURSA.COM - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), perusahaan migas milik Grup Bakrie, menutup paruh pertama tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang solid. Laporan terbaru menunjukkan penjualan bersih naik 18 persen secara tahunan menjadi USD239 juta. 

Peningkatan ini dibarengi lonjakan EBITDA sebesar 25 persen menjadi USD149 juta serta laba bersih yang tumbuh 7 persen menjadi USD35 juta. 

Dua faktor utama mendongkrak capaian tersebut, yaitu produksi minyak harian yang meningkat 9 persen menjadi 8.380 barel per hari, serta harga jual gas yang lebih tinggi, rata-rata USD6,82 per mcf, naik 8 persen dibanding tahun lalu.

Manajemen menekankan bahwa aset di Siak dan Kampar, Riau, menjadi motor pertumbuhan produksi minyak, sementara tambahan suplai gas dari Sengkang membantu menjaga stabilitas kinerja gas. 

Dengan strategi eksplorasi berkelanjutan pada semester kedua, ENRG optimistis menemukan cadangan baru sekaligus memperluas program pengembangan yang berfokus pada keberlanjutan produksi.

Fundamental Menarik, Performa Saham Impresif

Secara fundamental, posisi ENRG relatif menarik dibanding emiten migas sekelasnya. Dengan price to earnings ratio (PER) di kisaran 12 kali, valuasi saham ENRG masih tergolong wajar, bahkan sedikit lebih tinggi dari median PER IHSG di 8,92 kali, namun masih jauh dari kategori premium. 

Earnings yield mencapai 8,28 persen, memberikan return yang cukup kompetitif. Price to book value hanya 1,21 kali, menunjukkan saham ini belum terlampau mahal dibanding nilai bukunya. Margin laba bersih sebesar 14,56 persen memperlihatkan bahwa efisiensi operasional cukup baik, sementara return on equity 10 persen menandakan modal dikelola dengan produktif. 

Meski demikian, rasio likuiditas seperti current ratio yang hanya 0,58 perlu dicermati karena mengindikasikan kemampuan perusahaan menutup kewajiban jangka pendek masih terbatas.

Performa saham di bursa tidak kalah impresif. ENRG ditutup menguat 5,41 persen ke Rp585 dengan transaksi mencapai Rp102,5 miliar. Dalam enam bulan terakhir, saham ini melonjak 225 persen, sementara dalam setahun terakhir naik hampir 193 persen. 

Bahkan, jika ditarik lebih panjang ke lima tahun terakhir, kenaikannya mencapai lebih dari 1.000 persen. Reli harga ini menegaskan kepercayaan pasar terhadap kinerja perusahaan sekaligus ekspektasi terhadap potensi cadangan energi baru yang terus digarap.

Teknikal Berikan Sinyal Positif: BUY

Dari sudut pandang teknikal, hampir seluruh indikator memberi sinyal positif. Moving average, dari jangka pendek hingga panjang, konsisten merekomendasikan beli. RSI berada di 57, menunjukkan momentum bullish yang masih sehat tanpa tanda overbought. 

MACD positif, menegaskan tren kenaikan, sementara indikator lain seperti Stochastic dan Williams %R mendukung potensi kelanjutan reli. 

Level pivot harian menempatkan area Rp557 sebagai titik penting, selama harga mampu bertahan di atasnya, target kenaikan berikutnya terbuka menuju Rp574 hingga Rp592. Dengan sentimen teknikal yang kuat, saham ini masih berada di jalur kenaikan.

Proyeksi ke depan semakin menarik dengan adanya potensi tambahan produksi minyak baru. Manajemen memperkirakan tambahan output 1.500 hingga 2.500 barel per hari dari hasil eksplorasi yang sedang berjalan. 

Dengan asumsi harga minyak dunia di US$80 per barel, potensi pendapatan tambahan mencapai USD43,8 juta hingga USD73 juta per tahun, atau setara Rp703 miliar hingga Rp1,17 triliun. 

Jika terealisasi, angka ini bisa menyumbang 9 hingga 15 persen terhadap penjualan tahunan ENRG, sebuah kontribusi signifikan yang memperkuat pondasi keuangan perseroan.

Singkatnya, ENRG memasuki semester kedua 2025 dengan bekal fundamental yang sehat, prospek eksplorasi yang menjanjikan, serta dukungan teknikal yang positif. 

Investor ritel yang melirik saham ini punya alasan kuat untuk optimistis, meski tetap perlu mewaspadai faktor eksternal seperti fluktuasi harga minyak dunia dan risiko eksekusi proyek eksplorasi. 

Jika momentum pertumbuhan dapat terjaga, ENRG berpotensi melanjutkan performa cemerlangnya hingga akhir tahun.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait