Market Hari Ini 16 Jun 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

ENRG Siap Tambah Modal 10 Persen, Ada Dampak ini buat Investor

Energi Mega Persada akan menerbitkan maksimal 2,48 miliar saham baru melalui skema PMTHMETD untuk memperkuat modal dan mendanai pengeboran Blok Malacca Strait.

ENRG akan tambah modal tanpa HMETD sebanyak 10 persen. Dana digunakan untuk pengeboran Blok Malacca Strait oleh anak usaha PT Imbang Tata Alam.

Gebang PSC, fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Energi Mega Persada atau EMP, emiten berkode saham ENRG. (Foto: Dok. EMP)
Gebang PSC, fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Energi Mega Persada atau EMP, emiten berkode saham ENRG. (Foto: Dok. EMP)

KABARBURSA.COM - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2025. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.482.123.025 saham baru atau 10 persen dari modal disetor.

Direktur & Corporate Secretary ENRG, Riri Hosniari Harahap, menyampaikan, rencana PMTHMETD ini dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk pemegang saham publik Perseroan, serta untuk penguatan struktur permodalan dan peningkatan posisi keuangan Perseroan.

Riri menjelaskan bahwa dana hasil penerbitan saham akan digunakan untuk mendukung proyek pengeboran minyak dan gas. “Sebanyak 70 persen dana PMTHMETD akan digunakan untuk kegiatan pemboran oleh anak usaha kami yaitu PT Imbang Tata Alam di Blok Malacca Strait,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dana akan digunakan untuk keperluan operasional seperti mobilisasi rig, evaluasi formasi, hingga penyelesaian sumur.

"Sebesar 30 persen dana akan digunakan sebagai modal kerja PT Imbang Tata Alam untuk mendanai pengadaan barang dan jasa selain kegiatan pemboran,” imbuh Riri.

Dalam keterangannya, Riri juga menyatakan bahwa dana tersebut akan disalurkan ke anak usaha melalui skema pinjaman. “Penyaluran penggunaan dana akan dilakukan dengan skema pemberian pinjaman dari Perseroan kepada PT Imbang Tata Alam,” ujarnya.

Aksi ini akan menimbulkan dilusi saham. Pemegang saham Perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan secara proporsional yaitu sebanyak-banyaknya 9,091 persen.

Namun ia meyakinkan bahwa dampaknya positif terhadap kesehatan keuangan. Setelah PMTHMETD, total aset, total ekuitas, dan rasio lancar Perseroan akan meningkat masing-masing sebesar 2,10 persen, 4,94 persen, dan 11,86 persen.

RUPSLB dijadwalkan pada Kamis, 26 Juni 2025, pukul 14.00 WIB di Ruang Rapat Energi Mega Persada, Bakrie Tower lantai 30, Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan.

“Pelaksanaan PMTHMETD akan dilakukan dalam jangka waktu dua tahun sejak RUPSLB,” ujar Riri, seraya menegaskan bahwa harga pelaksanaan saham akan merujuk pada ketentuan BEI, yakni minimal 90 persen dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa terakhi.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait