Market Hari Ini 05 Jun 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Yunila Wati

ERAL Pacu Ekspansi 60 Toko, Bidik Pertumbuhan Seimbang

ERAL targetkan buka hingga 60 toko baru tahun ini dengan capex Rp40 miliar, tetap hati-hati di tengah fluktuasi ekonomi global.

PT Sinar Eka Selaras (ERAL) ekspansi 60 toko pada 2025, alokasikan capex Rp40 miliar, tetap waspada terhadap risiko global dan jaga margin usaha.

Andre Tanudjaja, Direktur PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), anak usaha Erajaya Group di sektor gaya hidup dan ritel, dalam public expose secara virtual pada Kamis, 5 Juni 2025. (Foto: KabarBursa/Hutama Prayoga)
Andre Tanudjaja, Direktur PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), anak usaha Erajaya Group di sektor gaya hidup dan ritel, dalam public expose secara virtual pada Kamis, 5 Juni 2025. (Foto: KabarBursa/Hutama Prayoga)

Daftar Isi

  1. 01 Penjualan ERAL Positif Tiga Tahun Terakhir
  2. 02 Kinerja Keuangan Sinar Eka Selaras: Solid di Kuartal I 2025
  3. 03 Saham ERAL Masih Tertekan dalam Jangka Pendek

KABARBURSA.COM – PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), anak usaha Erajaya Group di sektor gaya hidup dan ritel, mengumumkan rencana ekspansi besar sepanjang tahun 2025. Perseroan menargetkan pembangunan 50 hingga 60 toko baru untuk memperkuat jangkauan pasar dan meningkatkan profitabilitas.

Direktur ERAL, Andre Tanudjaja, menyampaikan bahwa ekspansi ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi makroekonomi nasional dan global.

“Karena kita mau menjaga, memastikan bahwa setiap toko yang dibuka itu bisa cukup sehat dan bisa memberikan kontribusi margin yang baik kepada perusahaan,” ujar Andre dalam public expose virtual, Kamis, 5 Juni 2025.

Langkah ekspansi ini dinilai penting seiring dengan tren konsumsi gaya hidup yang masih menunjukkan pertumbuhan, meski tekanan global terus membayangi.

ERAL mengandalkan strategi diversifikasi sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang. Portofolio bisnis kini tidak hanya mengandalkan segmen elektronik atau gadget, tetapi juga mencakup produk gaya hidup (lifestyle), fashion, hingga health & beauty.

Dengan pembangunan 50–60 toko baru tahun ini, ERAL diprediksi akan memperkuat dominasi di segmen lifestyle, terutama di pusat perbelanjaan dan area strategis perkotaan.

Kehadiran brand internasional dan kerja sama dengan mitra global juga menjadi bagian dari strategi nilai tambah untuk menarik konsumen kelas menengah.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama ERAL, Djohan Susanto, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

“Meskipun kami masih berusaha untuk mengejar pertumbuhan yang diharapkan investor dan stakeholder, tapi kami juga sangat berhati-hati dalam investasi agar kondisi yang cepat berubah ini bisa kita hadapi dengan lebih baik,” kata Djohan.

Menurutnya, pendekatan konservatif ini penting untuk menjaga kestabilan keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Walau situasi global tidak ideal, ERAL tetap optimis mencatatkan pertumbuhan kinerja, khususnya dari sisi penjualan.

Penjualan ERAL Positif Tiga Tahun Terakhir

Djohan menjelaskan bahwa ERAL berhasil mencatat pertumbuhan penjualan yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan eksternal masih harus terus dipantau.

“Kami masih berusaha terus agar growth-nya ini masih cukup seimbang dibandingkan tiga tahun terakhir. Tapi kami masih terus memantau apa yang akan terjadi terhadap kondisi ekonomi, makroekonomi, untuk sisa 6-7 bulan ke depannya,” tambahnya.

Stabilitas pertumbuhan ini menjadi pondasi untuk rencana ekspansi jaringan ritel yang ditargetkan rampung dalam beberapa kuartal mendatang.

Untuk mendukung rencana ekspansi, ERAL telah menyiapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp38 miliar hingga Rp40 miliar sepanjang tahun 2025. Dana ini akan difokuskan untuk pembangunan toko baru serta peningkatan sistem distribusi dan logistik.

Besaran capex tersebut mencerminkan pendekatan konservatif namun terukur, sesuai dengan strategi bisnis jangka panjang perusahaan.

Kinerja Keuangan Sinar Eka Selaras: Solid di Kuartal I 2025

ERAL mencatat kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2025. Laba bersih perseroan mencapai Rp42 miliar, tumbuh tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp41 miliar.

Pendapatan ERAL juga meningkat tajam menjadi Rp1,37 triliun, dari Rp1,09 triliun pada kuartal I 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan kenaikan permintaan terhadap produk gaya hidup yang ditawarkan oleh perusahaan.

ERAL mencatatkan rasio profitabilitas yang cukup sehat per akhir kuartal I 2025. Return on Assets (ROA) berada di level 7,94 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 12,23 persen.

Margin laba kotor (Gross Profit Margin) tercatat 16,37 persen. Sementara margin laba operasional (Operating Profit Margin) sebesar 4,22 persen, dan margin laba bersih (Net Profit Margin) mencapai 3,05 persen.

Dari sisi likuiditas, ERAL juga menunjukkan performa yang kuat. Current ratio berada di angka 2,61, sedangkan quick ratio di posisi 1,44. Kedua rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.

Tingkat utang perusahaan juga masih dalam batas aman. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) tercatat di level 0,54.

Saham ERAL Masih Tertekan dalam Jangka Pendek

Pergerakan harga saham ERAL sepanjang 2025 menunjukkan pola dinamis. Hingga awal Juni, saham ERAL melemah 12,12 persen secara year-to-date (YtD), menurut data Stockbit.

Namun secara tahunan (YoY), saham ini masih menunjukkan pertumbuhan 28,32 persen. Kinerja tersebut menunjukkan adanya potensi pemulihan dan daya tarik fundamental perusahaan.

Dalam jangka pendek, saham ERAL mengalami fluktuasi. Dalam seminggu terakhir, harga saham melemah 2,03 persen. Namun dalam sebulan terakhir, naik 2,84 persen. 

Dalam tiga bulan terakhir, saham menguat 9,02 persen, meski sempat turun 3,97 persen dalam enam bulan terakhir. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait