KABARBURSA.COM-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan pertemuan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membahas kelanjutan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) yang akan berakhir tahun ini.
Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, pertemuan tersebut dijadwalkan pada minggu ketiga bulan ini di Kementerian ESDM. "Meskipun Kementerian ESDM ingin melanjutkan kebijakan HGBT, mereka perlu mempertimbangkan situasi saat ini yang masih tidak ideal karena harga minyak bumi yang tinggi dan tidak stabil," kata dia dikutip Senin 11 Maret 2024.
Kementerian ESDM berharap adanya evaluasi dari industri penerima gas murah melalui program HGBT untuk memastikan efektivitas kebijakan tersebut.
Koordinator Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Rizal Fajar Muttaqein, menyatakan bahwa pihaknya menunggu evaluasi dari Kementerian Perindustrian terkait implementasi HGBT untuk 7 sektor industri penerima manfaat.
Yustinus Gunawan, Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan melanjutkan kebijakan HGBT karena terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Wijaya Laksana dari Pupuk Indonesia menekankan pentingnya keberlanjutan kebijakan HGBT dalam mendukung ketersediaan dan keterjangkauan bahan baku gas alam untuk produksi pupuk yang berperan penting dalam ketahanan pangan.
Diskusi tentang keberlanjutan kebijakan HGBT menjadi penting karena dampaknya yang besar terhadap berbagai sektor industri dan ketahanan ekonomi nasional. Kementerian ESDM dan mitra terkait diharapkan dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak dalam pertemuan yang akan datang.