Market Hari Ini 20 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Fee Income Rp1,5 T BRI dari BRILink, Apa?

Fee Income Rp1,5 T BRI dari BRILink, Apa?
Fee Income Rp1,5 T BRI dari BRILink, Apa?

KABARBURSA.COM - Tahun 2023, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatat pendapatan komisi atau fee income sebesar Rp1,56 triliun dari lini bisnis BRILink. Pendapatan komisi dari BRILink ini mengalami peningkatan sebesar 9,5persen secara year on year dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kalau boleh diceritakan BRI mendapatkan fee sekitar Rp1,5 triliun dari BRILink. Tapi jangan khawatir warung warung itu (agen BRILink) terimanya (pendapatan) 2 kali atau 3 kali lipat dari BRI, kata Direktur Utama BRI Sunarso pada saat Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VI DPR RI dengan Himbara, Rabu 20 Maret 2024.

Sunarso menjelaskan bahwa saat ini jumlah agen BRILink telah mencapai angka 740 ribu, meningkat sebesar 18,2persen secara year on year. Agen-agen ini tersebar di 75 ribu desa di seluruh Indonesia.

"Model yang paling cocok dengan BRI sebenarnya adalah agen BRILink, yang merupakan gabungan antara digital dan konvensional. Proses internal kami didigitalisasi, tetapi interaksi dengan nasabah tetap menggunakan pendekatan personal melalui agen," ujarnya.

Sunarso juga menyatakan bahwa transaksi di warung-warung BRILink mencapai Rp1.427 triliun pada tahun 2023, mengalami pertumbuhan sebesar 10persen secara year on year. Selain itu, pinjaman yang disalurkan melalui BRILink mencapai Rp3,06 triliun, meningkat 226,7persen secara year on year.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian, tetapi masih banyak yang belum terjangkau oleh perbankan. Oleh karena itu, ia meminta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) untuk memperluas akses pembiayaan.

Secara khusus, ia meminta agar AgenBRILink dapat meningkatkan akses pembiayaan bagi 29 juta orang yang masih belum tersentuh. "15 juta tidak cukup, kami harus bisa mencapai 45 juta agar kami dapat memberikan akses pembiayaan kepada semua orang," ungkap Sri Mulyani pada acara BRI Microfinance Outlook 2024 di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan, pada Kamis 7 Maret 2024.

Sri Mulyani juga menambahkan bahwa meskipun jumlah UMKM di Indonesia sangat besar, namun jumlah UMKM yang mampu menembus pasar ekspor masih relatif kecil, yakni sekitar 15persen. Salah satu kendalanya adalah akses terhadap pembiayaan, di mana sekitar 29,2 juta UMKM tidak mampu mengakses pembiayaan.

Selain akses, masalah lain yang dihadapi pelaku usaha ultra mikro adalah affordability. Untuk dia mengharapkan BRI melalui AgenBRILink mampu melakukan penetrasi hingga masyarakat terkecil. "Saya harapkan agar BRI lakukan penetrasi melalui AgenBRILink dan bahkan beroperasinya tidak perlu bangunan, agen itu juga identik dengan pemilik warung," kata Sri Mulyani.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait