Market Hari Ini 27 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Fitch Ratings: Program Prabowo Berisiko Bagi Fiskal

Fitch Ratings: Program Prabowo Berisiko Bagi Fiskal
Fitch Ratings: Program Prabowo Berisiko Bagi Fiskal

KABARBURSA.COM - Indonesia telah menyelenggarakan pemilihan umum pada tahun 2024. Hasil sementara menunjukkan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, unggul atas pasangan lainnya. Bahkan, diperkirakan bahwa pemilihan presiden akan berlangsung hanya dalam satu putaran.

Dalam laporan terbarunya, Fitch Ratings telah mengomentari hasil pemilihan presiden (pilpres) Indonesia 2024. Fitch mengingatkan bahwa risiko fiskal jangka menengah kemungkinan akan meningkat mengingat janji kampanye dari pasangan Prabowo-Gibran yang membutuhkan anggaran besar, seperti program makan siang dan susu gratis di sekolah.

Fitch Ratings merujuk pada pernyataan Tim Prabowo - Gibran yang menyatakan bahwa pemerintah baru berencana untuk mengalokasikan sekitar 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) setiap tahunnya untuk program tersebut.

Tidak hanya itu, Prabowo juga berharap untuk menjaga rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tinggi. Fitch Ratings menilai hal ini menjadi risiko terhadap proyeksi dasar mereka.

Namun, Prabowo juga berkomitmen untuk meningkatkan tingkat pendapatan pemerintah terhadap PDB secara signifikan, yang menurut Fitch Ratings dapat membuka peluang untuk penurunan utang pemerintah secara bertahap.

Fitch Ratings menekankan bahwa dukungan dari seluruh spektrum politik terhadap batas atas defisit anggaran cukup kuat di Indonesia. Ini didukung oleh rekam jejak fiskal yang kuat, sehingga Fitch meyakini bahwa akan ada dukungan luas di seluruh parlemen terhadap kebijakan fiskal yang prudent dan defisit fiskal di bawah 3 persen PDB.

Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) per 26 Februari 2024, pasangan Prabowo-Gibran memperoleh dukungan suara sebanyak 74,71 juta atau 58,84 persen dari total suara yang masuk. Dengan persentase suara yang signifikan ini dan mengingat pasangan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 50 persen suara, kemungkinan besar tidak akan ada putaran kedua dalam pilpres.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait