Market Hari Ini 26 May 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Fokus Ekspansi Digital dan Rights Issue Jumbo, Saham INET Lesu

Saham emiten infrastruktur digital ini ditutup turun 2,66 persen ke level 183, atau terkoreksi 5 poin dari penutupan sebelumnya di 188.

INET perluas jaringan kabel bawah laut dan siapkan rights issue jumbo, saham terkoreksi jelang RUPSLB, investor cermati arah ekspansi dan prospek bisnis.

Ilustrasi pergerakan sebuah saham. (Foto: KabarBursa/Abbas Sandji)
Ilustrasi pergerakan sebuah saham. (Foto: KabarBursa/Abbas Sandji)

Daftar Isi

  1. 01 Saham INET Melemah

KABARBURSA.COM - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tengah bersiap mengambil langkah besar dalam memperluas cakupan layanannya, baik di dalam negeri maupun di tingkat regional. 

Lewat kerja sama strategis dan penggalangan dana dalam bentuk rights issue, perusahaan teknologi ini mengukuhkan ambisinya menjadi pemain penting di sektor konektivitas digital.

INET, melalui anak usahanya PT Pusat Fiber Indonesia, menggandeng PT Jejaring Mitra Persada (JMP)—bagian dari PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR)—untuk mengembangkan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. 

Proyek ini menjadi bagian dari sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) dan dirancang untuk beroperasi dengan skema Indefeasible Right of Use (IRU), yang memberikan hak penggunaan infrastruktur serat optik dalam jangka panjang.

Dengan kapasitas jaringan yang ditargetkan mencapai 400 terabyte, proyek ini diyakini akan memperkuat infrastruktur data Indonesia secara signifikan. Setiap pasangan kabel dapat mengalirkan hingga 30 terabyte, tergantung pada perangkat pendukung yang digunakan. 

Tak hanya memperbesar daya tampung, sistem ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mendukung rencana jangka panjang perusahaan dalam memperkuat struktur modal dan likuiditas.

Langkah ekspansi ini turut didorong oleh rencana penerbitan saham baru melalui mekanisme rights issue sebesar 12,8 miliar lembar saham atau sekitar 57,14 persen dari modal disetor. 

Dana dari aksi korporasi ini akan difokuskan untuk pengembangan proyek kabel bawah laut serta infrastruktur Fiber to The Home (FTTH). 

Persetujuan atas rencana ini akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Juni 2025 mendatang.

Tak berhenti di situ, INET juga menjalin kolaborasi dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) untuk memperluas layanan di wilayah Jawa Barat. Dalam kerja sama ini, INET akan memanfaatkan infrastruktur tulang punggung (backbone) milik WIFI untuk menjangkau hingga 12 juta rumah tangga. 

Kolaborasi ini diyakini dapat memperkuat posisi keduanya dalam menghadirkan layanan internet cepat dan terjangkau di tengah kebutuhan masyarakat yang kian meningkat.

Analis menilai, langkah INET menggandeng mitra lokal dan memperkuat jalur internasional merupakan strategi yang tepat di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat. 

Dengan fondasi infrastruktur yang diperluas dan dukungan pendanaan yang kuat, INET dinilai memiliki potensi untuk tumbuh lebih agresif dalam beberapa tahun ke depan. 

Ketersambungan yang lebih luas bukan hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional.

Saham INET Melemah

Harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terpantau melemah pada perdagangan hari ini. Saham emiten infrastruktur digital ini ditutup turun 2,66 persen ke level 183, atau terkoreksi 5 poin dari penutupan sebelumnya di 188.

Selama sesi perdagangan, saham INET bergerak cukup volatil. Harga tertinggi sempat menyentuh level 206, sebelum terkoreksi ke posisi terendahnya di 176. Meski tertekan, minat pasar terhadap saham ini masih tergolong aktif, dengan volume transaksi mencapai 3,62 juta lot dan nilai transaksi harian sebesar Rp68,2 miliar.

Koreksi ini terjadi di tengah masa konsolidasi setelah sentimen positif dari pengumuman rencana rights issue dan proyek kabel bawah laut mulai mereda. Rata-rata harga saham (average price) hari ini tercatat di 188, menunjukkan bahwa tekanan jual mulai muncul di paruh kedua sesi perdagangan.

Pelaku pasar tampaknya memilih bersikap wait and see, mencermati kelanjutan aksi korporasi INET, terutama agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 12 Juni mendatang. 

Rencana penambahan modal lewat penerbitan 12,8 miliar saham baru masih menjadi sorotan karena bisa berdampak pada struktur kepemilikan dan arah ekspansi bisnis ke depan.

Dari sisi teknikal, saham INET masih memiliki ruang untuk bergerak. Batas atas auto rejection (ARA) berada di level 252, sementara batas bawah (ARB) ada di 160. 

Rentang yang cukup lebar ini mencerminkan potensi pergerakan lanjutan, tergantung pada sentimen yang berkembang dalam waktu dekat.

Bagi investor, konsistensi manajemen dalam merealisasikan proyek dan transparansi terhadap aksi korporasi akan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar. 

Dalam kondisi seperti ini, kehati-hatian dan pengamatan terhadap dinamika fundamental perusahaan menjadi langkah bijak sebelum mengambil posisi lebih jauh di saham ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait