Market Hari Ini 23 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

FTSE 100 Ditutup Menguat, Pertambangan Menopang Pasar

Indeks FTSE 100 naik tipis dengan dorongan saham pertambangan, meski sektor otomotif dan maskapai Inggris melemah.

Saham London ditutup naik tipis pada Senin berkat kenaikan saham pertambangan, investor menunggu data ekonomi dan komentar The Fed.

Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM – Saham-saham di London berakhir menguat tipis pada perdagangan Senin, 22 September 2025, didorong oleh kenaikan saham pertambangan yang membantu menahan penurunan di sektor otomotif, sementara investor menunggu data ekonomi utama dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve (The Fed). 

Indeks acuan FTSE 100 naik 0,11 persen dan FTSE 250 yang lebih fokus pada pasar domestik bertambah 0,07 persen.

Sektor penambang logam mulia melonjak 6,1 persen, menjadi yang tertinggi di antara sektor lainnya, seiring harga emas mencapai rekor tertinggi karena meningkatnya ekspektasi jalur suku bunga yang lebih dovish di AS. 

Saham penambang emas Endeavour Mining naik 6,9 persen memimpin FTSE 100, sementara Hochschild melesat 8,4 persen di kelompok midcap. 

Saham penambang lain seperti Glencore dan Rio Tinto juga menguat sekitar 2 persen masing-masing, sedangkan indeks penambang logam industri bertambah 1,6 persen.

Namun kenaikan pasar dibatasi oleh penurunan saham otomotif Inggris dan suku cadangnya yang jatuh 2,3 persen, mengikuti pelemahan di sektor otomotif Eropa setelah Porsche memangkas rencana pengembangan kendaraan listriknya dan memangkas proyeksi laba 2025. 

Produsen mobil mewah Aston Martin turun 1,5 persen dan pemasok suku cadang Dowlais Group merosot 2,5 persen.

Penguatan poundsterling terhadap dolar juga menahan kenaikan saham-saham berorientasi ekspor, karena investor mengambil jeda setelah aksi jual pada Jumat yang dipicu kekhawatiran fiskal Inggris. 

Bank of England pekan lalu mempertahankan suku bunga acuannya di tengah inflasi yang masih tinggi dan ketidakpastian pada pasar tenaga kerja dan pertumbuhan.

Sentimen pasar lebih luas juga diwarnai kehati-hatian setelah laporan pada Jumat menunjukkan pinjaman Inggris melebihi perkiraan resmi, menambah tekanan terhadap Menteri Keuangan Rachel Reeves menjelang anggaran bulan November. 

Saham maskapai penerbangan Inggris juga menurun akibat penundaan di bandara-bandara Eropa setelah laporan serangan siber. EasyJet, British Airways pemilik IAG, dan Wizz Air masing-masing turun antara 1,3 persen hingga 3,2 persen.

Sementara itu, saham produsen bahan makanan Inggris Tate & Lyle anjlok sekitar 6,4 persen, terparah di FTSE 250, setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat saham tersebut menjadi “underweight” dari “equal-weight”. 

Investor juga menunggu pernyataan dari gubernur The Fed yang baru diangkat, Stephen Miran, pada Senin malam, sementara Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan berbicara pada Selasa setelah pemangkasan suku bunga 25 basis poin pekan lalu. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait