Market Hari Ini 23 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Gandeng MORA, KETR Gelar Kabel Laut Jakarta–Batam–Singapura

Penggelaran sistem komunikasi kabel laut sepanjang 1.128,5 kilometer ini dimulai Januari 2026 melalui kerja sama Triasmitra dan Moratelindo dengan kapasitas total 400 Tbps.

PT Ketrosden Triasmitra Tbk memulai penggelaran kabel laut SKKL Rising 8 Jakarta–Batam–Singapura sepanjang 1.128,5 kilometer dengan kapasitas total 400 Tbps.

PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) pada pekan ketiga Januari 2026 resmi memulai penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta–Batam–Singapura (SKKL Rising 8). (Foto: Dok. Triasmitra)
PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) pada pekan ketiga Januari 2026 resmi memulai penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta–Batam–Singapura (SKKL Rising 8). (Foto: Dok. Triasmitra)

KABARBURSA.COM – PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) pada pekan ketiga Januari 2026 resmi memulai penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta–Batam–Singapura (SKKL Rising 8) melalui anak usaha PT Jejaring Mitra Persada, bekerja sama dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA). 

Direktur Utama Titus Dondi menyampaikan bahwa proyek kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer ini mulai dikerjakan pada Januari 2026, dengan tahap awal difokuskan pada segmen Jakarta–Batam sepanjang 1.053,5 kilometer, menggunakan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari.

“Dimulainya penggelaran SKKL Rising 8 merupakan langkah operasional yang telah dipersiapkan sejak seluruh perizinan proyek dinyatakan lengkap,” ujar Titus, dalam keterbukaan informasi, Jumat, 23 Januari 2026.

Menurutnya, proyek ini dijalankan melalui struktur kerja sama antaranak usaha dan mitra strategis dengan pengendalian operasional berada pada jaringan milik KETR, serta ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Penggelaran SKKL Rising 8 dengan CLV Bentang Bahari, tambah dia, menandai era baru kemandirian Indonesia di sektor infrastruktur kabel laut.

“Dengan kapasitas 25 Terabit per second per fiber pair dan kendali penuh atas operasional, proyek ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas digital Indonesia–Singapura dan mendukung standar operasional kelas dunia,” katanya.

Ia menambahkan, oenggelaran segmen pertama Jakarta–Batam ditargetkan rampung pada akhir kuartal pertama 2026 sesuai rencana kerja yang telah disusun sejak awal proyek.

Secara teknis, SKKL Rising 8 mengadopsi repeatered submarine cable system berkapasitas tinggi dengan total kapasitas minimum 400 Terabit per second, menggunakan konfigurasi 16 fiber pairs. Infrastruktur ini didukung 11 unit repeater berteknologi tinggi dari Alcatel Submarine Networks, yang dirancang untuk menjaga stabilitas transmisi data lintas wilayah. 

Kabel bawah laut yang digunakan merupakan produksi Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW), Jerman, pabrik kabel milik Prysmian Group dengan pengalaman lebih dari 125 tahun dalam manufaktur kabel laut.

Penggelaran dilakukan menggunakan CLV Bentang Bahari sepanjang 94,65 meter dengan kapasitas angkut hingga 2.400 ton kabel. Kapal ini dilengkapi sistem Dynamic Positioning DP-2, yang memungkinkan penggelaran kabel berlangsung presisi dan aman di perairan dengan kondisi navigasi kompleks. 

Kapal tersebut telah mengantongi sertifikasi internasional dari Det Norske Veritas (DNV), mencakup Container Lifting Certified Equipment, International Load Line Certificate, serta Ballast Water Management Statement of Compliance. Selain itu, kapal ini memiliki notasi kelas E0, Dynamic Positioning, dan Cable Ship Notation.

Dari sisi perizinan, proyek SKKL Rising 8 telah memperoleh seluruh persetujuan yang dipersyaratkan instansi pemerintah, termasuk Izin Lingkungan (AMDAL). Dokumen tersebut memastikan seluruh tahapan penggelaran kabel laut telah melalui kajian menyeluruh terhadap aspek ekologi laut, keselamatan pelayaran, serta perlindungan kawasan pesisir dan biota laut, sesuai ketentuan yang berlaku. 

Seluruh proses penggelaran juga berada di bawah pengawasan instansi pemerintah berwenang melalui penugasan pengawas resmi yang berada di atas kapal penggelaran.

Proyek ini memperoleh dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang menyatakan SKKL Rising 8 menjadi bagian dari rencana strategis nasional untuk meningkatkan penetrasi dan kualitas layanan akses digital. 

SKKL Rising 8 juga ditempatkan sebagai jalur penghubung strategis Indonesia–Singapura, sekaligus jalur alternatif bagi penyelenggara Layanan Gerbang Akses Internet (NAP) eksisting, guna menyediakan redundansi jaringan domestik dan internasional.

Selain SKKL Rising 8, KETR juga mencantumkan rencana lanjutan pengembangan Sistem Komunikasi Kabel Laut Indonesia Tengah sepanjang 8.732 kilometer dengan target komersialisasi pada 2027. 

Proyek tersebut dirancang untuk menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Indonesia Tengah dan memperkuat backbone telekomunikasi nasional melalui jalur kabel laut berkapasitas besar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait