Market Hari Ini 01 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Genggam Dana Asing Rp149,21 Miliar, Jual atau Beli NCKL?

NCKL memang masih bergerak volatil sepanjang Mei 2026. Namun arus dana asing mulai berbalik agresif di area bawah ketika saham mendekati zona 800-an.

NCKL mencatat net foreign buy sekitar Rp111 miliar sepanjang Mei 2026. Pasar mulai mencermati strategi sell on strength jelang awal Juni.

NCKL tercatat membukukan total net foreign buy sekitar Rp149,21 miliar. Sementara total net foreign sell berada di kisaran Rp38,12 miliar. (Foto: dok NCKL)
NCKL tercatat membukukan total net foreign buy sekitar Rp149,21 miliar. Sementara total net foreign sell berada di kisaran Rp38,12 miliar. (Foto: dok NCKL)

Daftar Isi

  1. 01 Sell on Strenght

KABARBURSA.COM – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) ditutup menguat 5,33 persen ke level 890 pada perdagangan terakhir, 29 Mei 2026. Penguatan tersebut muncul ketika volume pembelian kembali meningkat dan arus dana asing mulai terlihat lebih agresif masuk ke saham ini.

Jika melihat pergerakan sepanjang Mei, NCKL sebenarnya masih bergerak dalam tekanan cukup besar. Saham ini sempat berada di area 1.105 pada awal Mei sebelum perlahan turun hingga menyentuh area 775–790 di pertengahan bulan.

Tekanan terbesar muncul pada 19 Mei ketika NCKL anjlok 12,12 persen ke level 870 dengan nilai transaksi mencapai Rp158,35 miliar dan volume menembus 1,78 juta lot. Pada sesi tersebut, pasar mulai melihat munculnya tekanan distribusi besar ketika saham turun tajam dari area 1.000.

Namun menariknya, arus dana asing justru mulai berubah agresif setelah tekanan besar tersebut muncul. Pada 20 Mei, asing membukukan net foreign buy Rp40,24 miliar ketika NCKL masih terkoreksi 5,17 persen ke level 825.

Pola akumulasi asing kembali terlihat berlanjut pada 21 Mei dengan net foreign buy Rp28,39 miliar dan 26 Mei sebesar Rp29,91 miliar. Bahkan pada perdagangan terakhir Mei, asing kembali mencatatkan pembelian bersih Rp22,78 miliar ketika saham naik ke level 890.

Jika diakumulasi dari data perdagangan Mei yang terlihat pada periode 6–29 Mei 2026, NCKL tercatat membukukan total net foreign buy sekitar Rp149,21 miliar. Sementara total net foreign sell berada di kisaran Rp38,12 miliar.

Dengan demikian, saham ini masih mencatatkan akumulasi bersih asing sekitar Rp111,09 miliar sepanjang periode tersebut. Data tersebut membuat pasar mulai melihat bahwa tekanan turun NCKL justru mulai dimanfaatkan sebagian pelaku pasar besar untuk melakukan penyerapan barang di area bawah.

Meski begitu, struktur pergerakan NCKL masih dianggap cukup rawan volatilitas. Sebab kenaikan yang terjadi belakangan dinilai masih berada pada fase technical rebound setelah koreksi tajam pertengahan Mei.

Sell on Strenght

Secara teknikal, MNC Sekuritas melihat pergerakan NCKL berada pada bagian akhir wave [iv] dari wave C. Kondisi tersebut membuat ruang kenaikan saham ini dinilai mulai terbatas dan rawan kembali mengalami tekanan jual.

Area 905–945 kini mulai dipandang sebagai zona sell on strength jangka pendek. Sebab area tersebut berpotensi menjadi titik distribusi baru apabila tekanan beli mulai melemah.

Pasar juga mulai memperhatikan kemungkinan terbentuknya wave [v] yang berpotensi membawa NCKL kembali menguji area 745–760 sekaligus menutup gap yang masih terbuka di bawah.

Awal Juni nanti akan menjadi fase penting untuk membaca apakah akumulasi asing mampu menjaga momentum rebound atau justru mulai dimanfaatkan sebagai area keluar jangka pendek. Sebab meski asing masih tercatat dominan masuk sepanjang Mei, struktur teknikal NCKL masih belum sepenuhnya keluar dari fase tekanan turun menengah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait