KABARBURSA.COM - Program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk komoditas bawang merah merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam menyediakan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa GPM adalah salah satu instrumen stabilisasi pangan nasional yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan di bidang pangan. Seperti dalam keterangan resmi di Jakarta, 4 Mei 2024.
Dalam konteks ini, GPM bawang merah diadakan sebagai tanggapan terhadap kenaikan harga yang signifikan dalam dua minggu terakhir. Program ini merupakan kolaborasi antara Bapanas, Kementan, Pemprov Jakarta, BUMN, BUMD, dan Champion Bawang Merah binaan Kementan.
Maino menekankan bahwa GPM tidak hanya menyediakan bawang merah, tetapi juga komoditas pangan lainnya seperti beras, telur ayam, cabai merah keriting, cabai rawit merah, hingga minyak goreng. Harga-harga yang ditawarkan dalam program ini juga terjangkau, sehingga masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah.
Meskipun harga bawang merah mengalami penurunan dalam satu minggu terakhir, GPM tetap memberikan opsi harga yang kompetitif untuk masyarakat.
Selain bawang merah, berbagai komoditas pangan lainnya juga tersedia dalam program ini dengan harga yang terjangkau.
Selain itu, Maino juga menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti bencana banjir di sentra produsen bawang merah di Jawa Tengah berkontribusi pada kenaikan harga tersebut. Namun, beberapa komoditas pangan strategis lainnya mengalami deflasi, yang membantu meredam tekanan inflasi secara keseluruhan.
Program seperti GPM menjadi penting dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat.