Market Hari Ini 03 Jul 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

GOLF Masuk Efek Syariah, ini Rencana pasca IPO

GOLF Masuk Efek Syariah, ini Rencana pasca IPO
GOLF Masuk Efek Syariah, ini Rencana pasca IPO

Daftar Isi

  1. 01 Langkah IPO GOLF
  2. 02 Rencana Setelah IPO

KABARBURSA.COM - PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF), emiten milik Hutomo Mandala Putra ini ditetapkan sebagai efek syariah, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penetapan ini berdasarkan keputusan nomor: KEP-40/PM.02/2024.

Melalui surat keputusan tersebut, OJK menyampaikan bahwa dengan dikeluarkannya keputusan tersebut, maka efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-20/D.04/2024 tanggal 24 Mei 2024 tentang Daftar Efek Syariah.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran oleh PT Intra Golflink Resorts Tbk. Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen pernyataan pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Secara periodik OJK akan melakukan kajian atas daftar efek syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

Kajian atas daftar efek syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif.

Serta memenuhi kriteria efek syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Langkah IPO GOLF

PT Intra Golflink Resorts Tbk telah menetapkan harga initial public offering (IPO) sebesar Rp200 per saham. Jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak 1.950.000.000 unit atau setara dengan 10,01 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan demikian, perseroan akan mengantongi dana segar senilai Rp390 miliar.

GOLF akan menggunakan 87,53 persen dana IPO untuk setoran modal ke anak usaha, yakni PT New Kuta Golf and Ocean View (NKG) yang mengelola bisnis golf dan properti, termasuk luxury hotel di Bali.

Kemudian, sekitar 5,34 persen akan digunakan untuk setoran modal bagi anak usaha perseroan yang lain, yakni PT Sentul Golf Utama (SGU), dan 7,13 persen sisanya untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan (operational expenditure/opex).

Sisa dari dana IPO akan digunakan untuk opex GOLF antara lain untuk biaya operasional. Di antaranya untuk gaji karyawan, biaya perawatan dan utilitas, serta biaya untuk keperluan kantor untuk mendukung kegiatan usaha GOLF.

Sebagai informasi, GOLF merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen, pengelolaan lapangan golf dan pengembangan properti. GOLF dimiliki oleh PT Bali Pecatu Graha dan PT Mandalapratama Permai.

Kepemilikan masing-masing sebelum IPO sebesar 98,33 persen dan 1,67 persen. Setelah IPO, kepemilikan PT Bali Pecatu Graha akan berubah menjadi 88,49 persen, PT Mandalapratama Permai  menjadi 1,50 persen dan kepemilikan masyarakat sebanyak 10,01 persen.

Di jajaran manajemen, ada nama Darma Mangkuluhur Hutomo yang menjabat sebagai Komisaris Utama. Darma merupakan putera dari Tommy Soeharto.

Sekadar mengingatkan, harga penawaran yang dipatok GOLF sebesar Rp200 per saham, merupakan batas bawah dari rentang harga ditawarkan saat masa penawaran awal (book building) yang berlangsung 20 Juni-25 Juni 2024. Kala itu, harga penawaran berada dalam rentang Rp200 sampai dengan Rp230 per saham.

Sebelumnya, GOLF berencana melepas sebanyak-banyaknya 3,1 miliar saham atau 15,02 persen dari jumlah seluruh modal di setor setelah IPO, dengan nilai nominal Rp25 per saham. Dengan estimasi tersebut, GOLF menargetkan penghimpunan dana sebanyak banyaknya Rp713 miliar.

Adapun dalam IPO ini, GOLF menunjuk PT KB Valbury Sekuritas, PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Semesta Indovest Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berikut jadwal IPO PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF):

Rencana Setelah IPO

Direktur Utama Intra Golflink Resorts, Dwi Febri Astuti, menegaskan bahwa dana hasil IPO akan digunakan sesuai dengan rencana investasi yang telah diuraikan dalam prospektus.

Salah satu penggunaan dana tersebut adalah untuk pembangunan hotel bintang enam 'Luxury Boutique Hotel' di Hole 15-Th Cliff Hanger dan ‘New Kuta Golf Villa’ serta fasilitas pendukung di kawasan Pecatu Indah Resort, Jimbaran, Bali.

"Pembangunan sudah dimulai dan dana hasil IPO dipastikan cukup untuk mendanai pengembangan awal," ujarnya.

Proyek-proyek prestisius ini akan dikembangkan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada tahun 2026. Kedua proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungan Intra Golflink Resorts di masa depan.

Komisaris Utama Intra Golflink Resorts, Darma Mangkuluhur Hutomo, optimis bahwa perusahaan dapat mengoptimalkan potensi yang ada untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan serta berinovasi melalui tiga lapangan golf yang dikelola dan dimiliki oleh perusahaan, baik secara langsung maupun melalui entitas asosiasi.

Ketiga lapangan golf tersebut adalah ‘Palm Hills Golf Club Bogor’ yang dikelola melalui SGU, ‘New Kuta Golf Bali’ yang berada di bawah kendali NKG, dan ‘Black Rocks Hotel & Golf Club Belitung’ yang dimiliki melalui entitas asosiasi, yaitu PT Belitung Golf And Resorts. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait