Market Hari Ini 04 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Gozco Capital Kuasai 10,53 Persen Saham BBYB, Harga Terkerek

Aksi akumulasi berulang Gozco Capital mendorong penguatan saham BBYB, seiring naiknya porsi kepemilikan menjadi dua digit dan aktivitas perdagangan yang tetap solid di tengah fluktuasi pasar.

Gozco Capital meningkatkan kepemilikan BBYB menjadi 10,53 persen. Saham Bank Neo Commerce menguat 1,04 persen dengan transaksi aktif dan respons positif pasar.

Harga saham BBYB terdongkrak usai aksi Gozco Capital yang memborong 164 juta sahamnya. Foto: Dok Bank Neo.
Harga saham BBYB terdongkrak usai aksi Gozco Capital yang memborong 164 juta sahamnya. Foto: Dok Bank Neo.

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) pada perdagangan hari ini memperlihatkan respons pasar yang langsung terhadap peningkatan kepemilikan saham oleh PT Gozco Capital. Aksi korporasi tersebut menjadi katalis yang mengangkat harga BBYB, seiring menguatnya persepsi pasar terhadap komitmen pemegang saham utama.

Hingga perdagangan Rabu siang, 4 Februari 2026, saham BBYB ditutup di level 388, menguat 4 poin atau 1,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 384. Sepanjang sesi, BBYB bergerak di rentang 378 hingga 394, dengan harga pembukaan di 384. 

Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya dorongan beli sejak awal perdagangan, meski sempat diimbangi aksi jual di area atas.

Data transaksi memperlihatkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 277,88 ribu lot dengan nilai transaksi sebesar Rp10,7 miliar. Frekuensi transaksi yang mencapai 1.156 kali menandakan partisipasi pasar yang relatif aktif, terutama pada sisi beli. 

Rata-rata harga transaksi berada di kisaran 384, mencerminkan bahwa mayoritas transaksi terjadi di dekat harga pembukaan sebelum harga bergerak lebih tinggi.

Struktur antrean perdagangan juga memperlihatkan kecenderungan permintaan yang cukup solid. Pada area bid, minat beli terpantau berlapis di level 386 hingga 370, dengan total antrean beli mencapai 150.926 lot. 

Sementara itu, sisi offer berada di rentang 388 hingga 406 dengan total antrean jual 188.775 lot. Meski antrean jual terlihat lebih tebal, harga tetap mampu bertahan di zona hijau, menandakan daya serap pasar yang cukup baik terhadap pasokan saham.

Penguatan harga BBYB ini tidak terlepas dari meningkatnya kepemilikan saham Gozco Capital. Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 4 Februari 2026, Gozco Capital menambah 164 juta saham BBYB dengan harga pembelian Rp364 per saham, dengan total nilai transaksi sekitar Rp59,7 miliar. 

Dengan transaksi ini, porsi kepemilikan Gozco Capital naik dari 9,31 persen menjadi 10,53 persen.

Aksi ini menambah panjang jejak akumulasi Gozco Capital di BBYB. Sebelumnya, pada November 2025, Gozco Capital telah meningkatkan kepemilikan sebanyak 72,4 juta saham sehingga porsi kepemilikan menjadi 7,75 persen. 

Selanjutnya, pada Januari 2026, Gozco Capital kembali membeli 207 juta saham BBYB di harga Rp474 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp98,12 miliar. Dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Gozco Capital di BBYB kini mencapai sekitar 1,41 miliar saham.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono, menyampaikan bahwa peningkatan porsi saham tersebut mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap kinerja dan arah pengembangan bank ke depan. Pernyataan ini menjadi penegas bahwa aksi beli tidak bersifat insidental, melainkan bagian dari strategi kepemilikan jangka menengah hingga panjang.

Kombinasi antara data transaksi, struktur order book, serta konsistensi pembelian saham oleh pemegang saham utama membentuk sentimen positif di pasar. 

Penguatan harga BBYB pada perdagangan hari ini mencerminkan respons pelaku pasar terhadap sinyal akumulasi berkelanjutan, sekaligus menempatkan saham ini kembali dalam radar pelaku pasar setelah periode pergerakan yang relatif fluktuatif.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait