Market Hari Ini 10 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Grab dan GoTo Berpotensi Merger, Sebesar ini Valuasinya

Grab dan GoTo Berpotensi Merger, Sebesar ini Valuasinya
Grab dan GoTo Berpotensi Merger, Sebesar ini Valuasinya

KABARBURSA.COM-Grab Holdings, perusahaan ride-hailing terbesar di Asia Tenggara, kembali memulai pembicaraan mengenai potensi merger dengan GoTo.

Menurut laporan Bloomberg pada Jumat 9 Februari 2024, Grab dan GoTo sedang dalam tahap awal diskusi mengenai berbagai kemungkinan untuk merger.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah akuisisi Grab, yang berbasis di Singapura, terhadap GoTo menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi dari keduanya.

Sumber dari Bloomberg mengungkapkan bahwa GoTo, terutama setelah Patrick Walujo mengambil alih sebagai CEO pada tahun lalu, lebih terbuka terhadap kemungkinan kesepakatan merger.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan Grab Holdings Ltd. (GRAB) kini tengah mempertimbangkan kembali potensi merger mereka, dengan kapitalisasi pasar yang diperkirakan mencapai Rp304,66 triliun.

Sumber dari Bloomberg melaporkan bahwa diskusi mengenai merger keduanya masih berada dalam tahap awal. Kombinasi GoTo dan Grab memiliki potensi yang besar karena keduanya melayani berbagai kebutuhan transportasi dan pengantaran makanan bagi lebih dari 650 juta orang di wilayah Asia Tenggara.

Dari segi kapitalisasi pasar, GOTO mencatatkan market cap sebesar Rp100,92 triliun per 7 Februari 2024, sementara Grab memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$12,99 miliar atau sekitar Rp203,74 triliun. Dengan potensi merger ini, kapitalisasi pasar yang diproyeksikan mencapai Rp304,66 triliun.

Terlepas dari potensi merger ini, kedua perusahaan telah mengalami penurunan signifikan dalam kapitalisasi pasar mereka sejak IPO pertama kali.

Grab berhasil mengumpulkan dana IPO sebesar US$4,5 miliar atau sekitar Rp64 triliun, dengan valuasi pasar mencapai US$39,6 miliar atau sekitar Rp578,4 triliun.

Market cap GOTO terus menurun sejak pertama kali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada hari perdana sahamnya, market cap GOTO mencapai Rp400 triliun, bahkan sempat mencapai Rp466 triliun.

Meskipun potensi merger ini dapat menciptakan kapitalisasi pasar yang besar, namun kedua perusahaan memiliki kinerja yang berlawanan baik dari segi saham maupun keuangan.

GOTO masih mencatatkan rugi bersih dan penurunan harga saham secara year to date, sedangkan Grab telah mencatatkan EBITDA positif dan return positif bagi para pemegang saham secara year to date. Saham Grab, yang terdaftar di Nasdaq, telah mencatatkan return positif secara year to date.

Pada perdagangan hari ini, Jumat 9 Februari 2024, saham Grab berada di level US$3,32 per saham, naik 0,61 persen dibandingkan dengan posisi awal Januari di level US$3,30 per saham. Sementara itu, saham GOTO tergerus 3,45 persen secara year to date ke posisi Rp84 per saham, turun dari posisi awal Januari di level Rp87 per saham.

Dari laporan keuangan per kuartal III/2023, GOTO mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp10,51 triliun, naik 31,18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban dan biaya yang ditanggung GOTO juga turun menjadi Rp19,31 triliun dari Rp30,72 triliun. Akibatnya, rugi bersih berkurang menjadi Rp9,54 triliun dari Rp20,12 triliun.

Sementara itu, Grab mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 61 persen YoY menjadi US$615 juta pada kuartal III/2023, sementara EBITDA berbalik positif untuk pertama kalinya menjadi US$29 juta, dibandingkan dengan negatif US$161 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait