KABARBURSA.COM – Grab resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) setelah meningkatkan kepemilikannya menjadi lebih dari 50 persen melalui sejumlah transaksi yang dilakukan pada Mei 2026.
Dalam keterangan resmi yang diterima Kabarbursa.com, peningkatan kepemilikan tersebut dilakukan melalui pembelian saham oleh A5-DB Holdings Pte. Ltd. dan GXS Pte. Ltd. yang merupakan bagian dari ekosistem Grab.
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan peningkatan kepemilikan tersebut menunjukkan dukungan pemegang saham terhadap strategi bisnis yang dijalankan perseroan.
"Kepercayaan Grab yang semakin besar terhadap Superbank merupakan validasi atas strategi pertumbuhan yang kami jalankan," kata Tigor dalam keterangan resmi, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut dia, dukungan dari ekosistem Grab akan dimanfaatkan untuk memperluas layanan perbankan digital, meningkatkan akses pembiayaan, serta mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi produk, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta menghadirkan pengalaman perbankan digital yang semakin seamless bagi jutaan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Superbank mencatat pertumbuhan bisnis sepanjang awal 2026. Hingga April 2026, penyaluran kredit perseroan meningkat 55 persen secara tahunan. Tigor menyebut pertumbuhan tersebut ditopang integrasi layanan dengan ekosistem Grab dan OVO, termasuk melalui produk Pinjaman Atur Sendiri yang tersedia di kedua aplikasi tersebut.
Pada periode empat bulan yang berakhir 30 April 2026, Superbank membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar, meningkat 1.529 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan peningkatan kepemilikan di Superbank mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap prospek jangka panjang Indonesia dan pengembangan layanan keuangan digital.
"Indonesia merupakan rumah bagi Grab dan merupakan ekosistem penting bagi kami," ujar Neneng.
Ia menambahkan, layanan keuangan digital memiliki peran penting dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan mitra pengemudi.
"Peningkatan kepemilikan di Superbank mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi jangka panjang Indonesia serta peran penting layanan keuangan digital dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Berdasarkan data pemegang saham di stockbit, Elang Media Visitama menjadi pemegang saham terbesar Superbank dengan kepemilikan 27,596 persen. Selanjutnya Kudo Teknologi memiliki 16,669 persen saham, A5-DB Holdings Pte. Ltd. 15,947 persen, GXS Bank Pte. Ltd. 10,44 persen, KakaoBank Corp 8,656 persen, dan Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. sebesar 7,357 persen.
Sementara itu, porsi saham publik atau free float tercatat sebesar 11,53 persen dari total 33,90 miliar saham beredar.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Mei 2026, GXS Bank Pte. Ltd. meningkatkan kepemilikan sahamnya di SUPA menjadi 17,66 persen dari sebelumnya 10,44 persen melalui pembelian 2,45 miliar saham dalam rangka strategic reorganization.
Jika digabungkan dengan kepemilikan Kudo Teknologi sebesar 16,669 persen dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. sebesar 15,947 persen, total kepemilikan entitas yang terafiliasi dengan Grab mencapai sekitar 50,28 persen sehingga menempatkan Grab sebagai pemegang saham mayoritas Superbank.
Adapun tingkat free float SUPA masih berada di bawah ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia sebesar 15 persen.(*)