Market Hari Ini 03 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Green Power Group (LABA) Balikkan Kerugian Jadi Laba Rp2,8 Miliar di Kuartal II-2025

Green Power Group (LABA) mencatat laba Rp2,8 miliar di Q2-2025, berbalik dari rugi tahun lalu berkat efisiensi biaya dan neraca keuangan yang sehat.

LABA membukukan laba Rp2,8 miliar di Q2-2025 setelah rugi tahun lalu, didukung efisiensi biaya dan prospek pertumbuhan yang positif.

PT Green Power Group Tbk (LABA) (Foto: Dok. Green Power Group)
PT Green Power Group Tbk (LABA) (Foto: Dok. Green Power Group)

KABARBURSA.COM - PT Green Power Group Tbk (LABA) mencatatkan titik balik yang signifikan pada kuartal II-2025. Setelah tahun lalu menutup periode yang sama dengan kerugian Rp2,7 miliar, perusahaan energi ini kini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,8 miliar. 

Capaian ini setara dengan Rp2,50 per saham, menandai pemulihan yang cukup solid di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Pendapatan LABA pada kuartal ini tercatat Rp16 miliar, dengan laba kotor mencapai Rp10,8 miliar. Dari sisi operasional, perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp2,9 miliar, hampir seluruhnya mengalir menjadi laba bersih berkat efisiensi biaya dan ketiadaan beban bunga. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pengendalian biaya yang diterapkan manajemen berjalan efektif.

Kondisi neraca keuangan LABA juga terlihat cukup sehat. Perusahaan mengantongi total aset sebesar Rp92,5 miliar dengan kas Rp2,4 miliar. Sementara itu, ekuitas mencapai Rp62,5 miliar. 

Beban utang masih dalam batas wajar, terdiri dari utang jangka pendek Rp20,8 miliar dan utang jangka panjang Rp9,2 miliar. Dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity) 0,48, LABA memiliki ruang cukup untuk mengembangkan bisnisnya tanpa tekanan finansial yang berlebihan.

Dari sisi valuasi, saham LABA diperdagangkan di harga Rp358 per lembar, dengan price-to-earning ratio (PER) mencapai 143,2 kali dan price-to-book value (PBV) di level 6,32 kali. Angka tersebut memang terlihat premium, namun mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan ke depan.

Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) tercatat 2,98 persen dan return on equity (ROE) 4,40 persen. EBITDA yang dihasilkan mencapai Rp 4,5 miliar dengan rasio EV/EBITDA sebesar 93,49 kali. Meski belum membagikan dividen, fokus LABA tampaknya masih pada memperkuat fondasi bisnis dan menjaga struktur modal tetap sehat.

Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi investor. Jika tren kinerja ini berlanjut hingga akhir tahun, LABA berpotensi memperkuat posisinya di pasar dan memberi justifikasi bagi valuasi saham yang saat ini cukup tinggi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait