Market Hari Ini 11 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Grup Djarum Genjot Saham SSIA, TOWR Melonjak Jadi Mesin Ganda Portofolio

Grup Djarum agresif tambah kepemilikan SSIA hingga 10,20 persen, sementara saham TOWR melesat 4,03 persen jadi penopang utama portofolio.

Grup Djarum tambah kepemilikan SSIA ke 10,20 persen dan TOWR naik 4,03 persen, perkuat strategi diversifikasi portofolio.

Djarum Group. Foto: Dok Perusahaan.
Djarum Group. Foto: Dok Perusahaan.

Daftar Isi

  1. 01 Saham Andalan Grup Djarum Melesat 4,03 Persen

KABARBURSA.COM - Grup Djarum kembali menjadi buah bibir di lantai bursa setelah lewat PT Dwimuria Investama Andalan mereka kian agresif menambah porsi saham di PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). 

Data dari KSEI yang dirilis Senin, 11 Agustus 2025 mengungkap, kepemilikan Grup Djarum di SSIA kini sudah mencapai 10,20 persen, naik signifikan dari hari sebelumnya. 

Lonjakan porsi ini datang setelah Dwimuria menyedot 1,8 juta lembar saham lewat broker PT Verdhana Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, dan BCA Sekuritas. Hanya dalam waktu sebulan sejak pertama kali masuk pada 4 Juli lalu, mereka nyaris tak pernah absen mengoleksi saham emiten konstruksi, properti, dan kawasan industri itu. 

Posisi ini membuat Dwimuria menjadi pemegang saham terbesar di luar publik, melampaui pemain besar lain seperti Henan Putihrai Asset Management yang memegang 6,70 persen dan PT Chandra Asri Pacific Tbk milik taipan Prajogo Pangestu dengan 6,05 persen.

Namun, meski akumulasi terus berjalan, harga SSIA belum ikut melonjak. Pada Kamis, 7 Agustus 2025, saham ini bergerak di rentang 2.470–2.640 sebelum ditutup di 2.520, turun dari penutupan sebelumnya di 2.600. 

Tekanan berlanjut hingga akhir pekan, membuat SSIA parkir di 2.500 dan bertahan di level tersebut hingga perdagangan hari ini. Stagnannya harga di tengah akumulasi besar-besaran ini bisa dibaca pasar sebagai indikasi bahwa investor besar seperti Grup Djarum sedang membangun posisi jangka panjang, bukan sekadar mengincar lonjakan harga instan.

Saham Andalan Grup Djarum Melesat 4,03 Persen

Sementara itu, di lini investasi utamanya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), cerita yang berbeda justru terjadi. Saham TOWR hari ini melesat, dibuka di 625, sempat menembus 650 sebagai titik tertinggi, dan ditutup manis di 645, naik 4,03 persen atau 25 poin dari penutupan sebelumnya. 

Aktivitas perdagangan cukup bergairah, dengan volume mencapai 296 ribu lot dan nilai transaksi Rp18,9 miliar. Investor asing juga terlihat antusias, membukukan pembelian bersih Rp1,6 miliar. 

Sepanjang sesi, harga bergerak di rentang 615–650, dengan rata-rata harga di 637—posisi yang menunjukkan dominasi pembeli hampir sepanjang hari.

Penguatan TOWR ini menjadi kontras menarik dengan stagnasi SSIA. Sebagai raksasa menara telekomunikasi, TOWR sering dianggap sebagai tulang punggung portofolio Djarum di sektor infrastruktur digital, memberikan arus kas stabil sekaligus potensi pertumbuhan seiring ekspansi jaringan 5G dan kebutuhan data yang kian masif. 

Kenaikan harga hari ini bisa dibaca sebagai sinyal kepercayaan pasar terhadap kekuatan fundamental TOWR, bahkan di tengah fokus publik yang tengah tertuju pada langkah Djarum di sektor properti dan kawasan industri melalui SSIA.

Pasar seakan memberi pesan bahwa diversifikasi Djarum, memadukan infrastruktur digital lewat TOWR dan aset riil seperti properti industri lewat SSIA, adalah strategi yang solid untuk menghadapi dinamika ekonomi. 

Jika TOWR terus menunjukkan reli positif dan SSIA mulai terangkat efek dari akumulasi besar-besaran ini, kombinasi keduanya berpotensi menjadi mesin ganda yang menggerakkan nilai portofolio Grup Djarum dalam jangka panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait