Market Hari Ini 17 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

GTSI Tambah Armada LNG Baru Rp398 Miliar, ini Strategi di Baliknya

PT GTS Internasional Tbk (GTSI) membeli kapal LNG senilai Rp398 miliar dari GasLog Partners LP.

PT GTS Internasional Tbk (GTSI) membeli kapal LNG senilai Rp398 miliar dari GasLog Partners LP. Transaksi ini perkuat strategi armada dan bisnis energi berkelan

PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menuntaskan transaksi pembelian satu unit kapal pengangkut Liquified Natural Gas (LNG). (Foto: Dok. GTS Internasional)
PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menuntaskan transaksi pembelian satu unit kapal pengangkut Liquified Natural Gas (LNG). (Foto: Dok. GTS Internasional)

Daftar Isi

  1. 01 Strategi dan Dampak Bisnis

KABARBURSA.COM – PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menuntaskan transaksi pembelian satu unit kapal pengangkut Liquified Natural Gas (LNG) bernama Danaputri 1 (eks Methane Jane Elizabeth) senilai USD24,5 juta, atau sekitar Rp398,7 miliar (kurs Rp16.270 per USD).

Perseroan menyebut, nilai pembelian kapal ini mencapai 36,92 persen dari total ekuitas GTSI berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024, yang tercatat sebesar USD66,35 juta. 

Dengan demikian, transaksi ini masuk kategori transaksi material sesuai ketentuan POJK 17/2020, namun tidak termasuk transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan berdasarkan POJK 42/2020.

“Transaksi pembelian kapal ini dilakukan semata untuk memperkuat armada LNG Perseroan, tanpa melibatkan pihak terafiliasi dan tidak memerlukan persetujuan RUPS,” ujar Arya M. Pradana, Corporate Secretary GTS Internasional, dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa, Senin, 13 Oktober 2025.

Kapal LNG Danaputri 1 dibeli dari GAS–Seventeen Ltd., perusahaan berbasis di Bermuda yang merupakan bagian dari kelompok usaha GasLog Partners LP, salah satu pemain besar di industri transportasi LNG global. Kapal ini memiliki kapasitas tangki 145.000 meter kubik, tonase kotor 95.753, dan dibangun pada tahun 2006.

Pembelian kapal dilakukan secara langsung (direct purchase) dan akan segera didaftarkan di bawah bendera Republik Indonesia. Proses finalisasi peralihan kepemilikan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan sejak penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).

GTSI mengalokasikan total dana USD26,93 juta untuk pembelian kapal, termasuk cadangan untuk items on board sebesar USD1,5 juta dan dana mobilisasi USD930 ribu. Pendanaan transaksi ini berasal dari dua sumber utama:

  • Sisa dana hasil IPO sebesar Rp123,83 miliar; dan
  • Modal sendiri sebesar Rp282,26 miliar.

Manajemen memastikan pembelian ini tidak mengubah total aset atau ekuitas Perseroan, karena seluruh pembiayaan menggunakan kas internal tanpa tambahan utang baru.

Strategi dan Dampak Bisnis

Pembelian Danaputri 1 merupakan bagian dari strategi modernisasi armada LNG GTSI untuk memperkuat pangsa pasar dan meningkatkan efisiensi operasional di sektor pelayaran energi.

Langkah ini juga menjadi fondasi menuju diversifikasi usaha energi terintegrasi, termasuk rencana konversi kapal Ekaputra menjadi FSRU (Floating Storage Regasification Unit) guna mendukung rantai pasok LNG nasional.

“Aksi korporasi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan laba bersih Perseroan di masa mendatang serta memperkuat posisi GTSI dalam transisi energi berkelanjutan,” kata Arya.

Secara proforma, setelah transaksi, aset tidak lancar GTSI meningkat 35,55 persen menjadi USD102,69 juta, sementara total aset dan ekuitas tidak berubah karena pembelian didanai kas internal.

Dengan langkah ini, GTSI menegaskan fokusnya untuk memperluas kapasitas angkut LNG dan memperkuat rantai logistik energi nasional, sejalan dengan tren global menuju efisiensi dan keberlanjutan di sektor energi maritim. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait