Market Hari Ini 03 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Harga Berfluktuasi, Segmen Emas Masih Rajai Pendapatan Antam (ANTM)

Harga saham turun lebih dari 3 persen, namun laba dan penjualan ANTM justru melesat, didorong dominasi emas dan lonjakan volume nikel serta bauksit.

Saham ANTM turun 3,61 persen ke 3.740. Di balik itu, laba 2025 dan Q1 2026 melonjak tajam. Simak analisis kinerja dan sentimennya.

Segmen penjualan emas masih merajai pendapatan Antam. Namun, kinerja sahamnya bergerak melemah dengan tekanan yang belum mereda. (Foto: dok Aneka Tambang)
Segmen penjualan emas masih merajai pendapatan Antam. Namun, kinerja sahamnya bergerak melemah dengan tekanan yang belum mereda. (Foto: dok Aneka Tambang)

Daftar Isi

  1. 01 Volume Penjualan Meningkat
  2. 02 Harga Saham Tergerus

KABARBURSA.COM – Meski harga emas global bergerak dengan sangat cepat, namun segmen ini masih menjadi raja bagi pendapatan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Sebanyak 83 persen pendapatan Antam merupakan kontribusi dari penjualan emas.

Angka-angka fundamental membawa ANTM bergerak sangat stabil. Sepanjang 2025, laba bersih tercatat Rp7,92 triliun, melonjak 106 persen secara tahunan, dengan penjualan mencapai Rp84,64 triliun. 

Kinerja ini ditopang oleh lonjakan volume bijih nikel yang mencetak rekor satu dekade, serta kontribusi komoditas lain seperti bauksit dan emas.

Momentum tersebut berlanjut ke awal 2026. Pada kuartal I, ANTM membukukan laba bersih Rp3,66 triliun, naik 58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih juga tumbuh 12 persen menjadi Rp29,32 triliun.

Catatan tersebut membawa laba usaha meningkat 67 persen ke Rp4,50 triliun, dengan segmen emas mendominasi hingga 81 persen dari total penjualan.

Volume Penjualan Meningkat

Dari sisi operasional, volume penjualan menunjukkan ekspansi yang cukup merata di beberapa lini. Penjualan alumina tercatat naik 11 persen menjadi 49.072 ton, begitu pula dengan bauksit yang meningkat 9 persen ke 593.476 wmt.

Sementara, penjualan emas mencapai 8.464 kg. Dan di saat yang sama, penjualan bijih nikel mencapai 3,40 juta wmt. Volume ini menjaga posisi komoditas ini sebagai salah satu penggerak utama pendapatan.

Selain kinerja bisnis, ANTM juga menggelontorkan dana Rp227,30 miliar untuk program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sepanjang 2025. Program tersebut mencakup pemberdayaan UMKM, pengelolaan lingkungan, hingga intervensi kesehatan seperti G-BEST.

Program ini berhasil mencatatkan penurunan prevalensi stunting menjadi 17 persen. Sedangkan di sektor UMKM, penyaluran dana Rp4,1 miliar menjangkau 485 mitra binaan baru.

Harga Saham Tergerus

Namun, solidnya fundamental tidak diimbangin dengan pergerakan saham. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menutup April 2026 dengan koreksi tajam 3,61 persen. Harga kini berada di 3.740, turun 140 poin dari posisi sebelumnya 3.880. 

Sepanjang sesi, saham sempat dibuka di 3.900 dan menyentuh level tertinggi 3.910, sebelum tekanan jual mendorongnya turun hingga 3.600, lalu ditutup sedikit di atas area tersebut.

Tekanan di pasar terlihat cukup konsisten sejak awal sesi. Grafik intraday bahkan menunjukkan penurunan bertahap hingga menjelang tengah hari, sebelum akhirnya muncul upaya pemulihan di sesi kedua. 

Namun, rebound tersebut belum cukup kuat untuk membawa harga kembali ke zona awal, menandakan tekanan distribusi masih mendominasi pergerakan jangka pendek.

Kondisi ini membuat ANTM berada dalam fase yang menarik untuk dicermati. Harga saham bergerak turun di tengah data kinerja yang meningkat, sementara aktivitas perdagangan menunjukkan tekanan yang belum sepenuhnya mereda. 

Pergerakan berikutnya akan banyak ditentukan oleh bagaimana pasar merespons kombinasi antara kinerja fundamental yang kuat dan tekanan teknikal yang masih berlangsung.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait