Market Hari Ini 09 May 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Harga Bitcoin Stagnan di USD62 Ribu, Analis: Ada Kebosanan

Harga Bitcoin Stagnan di USD62 Ribu, Analis: Ada Kebosanan
Harga Bitcoin Stagnan di USD62 Ribu, Analis: Ada Kebosanan

KABARBURSA.COM - Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView menunjukkan bahwa harga Bitcoin bergerak menuju level USD62,000 selama sesi perdagangan di Asia.

Beberapa hari sebelumnya, Bitcoin berhasil pulih dan melampaui USD65,500, tetapi kemudian mengalami retracement sebesar 5 persen, menjaga Bitcoin per USD tetap dalam kisaran yang sama seperti sebelumnya sepanjang akhir pekan.

Penutupan harian sekitar USD62,300 meningkatkan risiko bagi Bitcoin per USD untuk kembali meraih keuntungan yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Melihat data tersebut, JA Maartunn, seorang kontributor platform analitik on-chain CryptoQuant, mengingatkan bahwa setiap kali harga Bitcoin menutup di bawah USD62,100 dalam satu hari atau mengalami ketidakaktifan yang berkelanjutan, itu dianggap sebagai titik stop-loss oleh sebagian dari pelaku pasar, seperti yang terjadi sehari sebelumnya.

Sementara itu, Michaël van de Poppe, pendiri dan CEO MNTrading, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kurangnya arahan secara keseluruhan sejak pengurangan subsidi blok Bitcoin pada pertengahan April.

Dia mencatat bahwa Bitcoin bergerak perlahan menuju batas bawah kisaran untuk menguji level support pada hari itu.

Van de Poppe juga memprediksi bahwa setelah pengujian tersebut, kemungkinan Bitcoin akan melanjutkan tren kenaikan.

"Kebosanan telah mulai dirasakan sejak terjadinya pengurangan subsidi blok Bitcoin," ucapnya, seperti dikutip Kamis, 9 Mei 2024.

Sementara itu, sesama trader-nya yang dikenal sebagai Moustache, tetap optimis. Dia percaya bahwa pergerakan harga saat ini akan menghasilkan kenaikan yang lebih berkelanjutan, mirip dengan apa yang terjadi setelah pengurangan subsidi blok sebelumnya.

"Ini adalah penurunan terakhir sebelum Bitcoin memulai fase berikutnya. Sejarah menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan apakah kita melihat tahun 2017 atau 2020," katanya.

Untuk diketahui, pergolakan di sektor dana yang diperdagangkan di bursa kripto (ETF) menghasilkan kesan beragam terhadap prospeknya.

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, Grayscale, salah satu operator ETF Bitcoin spot baru di Amerika Serikat, membatalkan rencana untuk produk ETF berjangka Ether.

ETF Bitcoin yang berbasis di AS kembali mengalami arus keluar bersih pada tanggal 7 Mei, sangat kontras dengan arus masuk dua hari sebelumnya, yang melampaui USD500 juta.

Data dari berbagai sumber, termasuk perusahaan investasi yang berbasis di Inggris, Farside, mengonfirmasi arus keluar sebesar USD15,7 juta.

Pada saat yang sama, perusahaan investasi Susquehanna mengungkapkan portofolio ETF senilai USD1,3 miliar.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait