Market Hari Ini 28 Oct 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Harga CPO Anjlok Tiga Hari Beruntun, Pasar Terpukul Tekanan Global

CPO cenderung mengikuti arah pergerakan minyak nabati lain karena bersaing ketat dalam pasar minyak nabati dunia

Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka Malaysia terus merosot untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa, menyentuh titik terendah dalam lima pekan

Ilustrasi Industri Sawit. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Industri Sawit. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka Malaysia terus merosot untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa, menyentuh titik terendah dalam lima pekan terakhir.

Kemerosotan ini dipicu oleh pelemahan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago, disertai penguatan nilai tukar ringgit yang mengikis daya saing ekspor.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Januari 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange anjlok 28 ringgit atau 0,64 persen menjadi 4.345 ringgit per ton (sekitar USD1.028,65) pada jeda tengah hari, menurut laporan Reuters di Jakarta, Selasa (28/10).
Sebelumnya, harga sempat jatuh hingga 4.334 ringgit per ton — level terendah sejak 24 September.

Seorang pedagang di Kuala Lumpur menyebut pelemahan berkelanjutan palm olein di Dalian, ditambah penguatan ringgit, terus menekan harga CPO.

Di pasar global, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Bursa Dalian turun 0,44 persen, sementara minyak sawitnya merosot 1,38 persen. Adapun harga soyoil di Chicago Board of Trade terkoreksi 0,31 persen.

CPO cenderung mengikuti arah pergerakan minyak nabati lain karena bersaing ketat dalam pasar minyak nabati dunia.
Sementara itu, ekspor produk CPO Malaysia periode 1–25 Oktober tercatat turun 0,3–0,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data AmSpec Agri Malaysia dan Intertek Testing Services.

Nilai tukar ringgit, yang menjadi mata uang utama dalam perdagangan sawit, menguat 0,17 persen terhadap dolar AS. Penguatan ini membuat harga CPO lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang selain ringgit.

Secara teknikal, analis Reuters Wang Tao memperkirakan harga CPO akan kembali menguji level support di 4.346 ringgit per ton. Jika menembus batas tersebut, penurunan lebih dalam menuju 4.308 ringgit per ton bisa terjadi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait