Market Hari Ini 11 Jan 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Harga Emas Dunia Kembali Turun, Jelang Rilis Inflasi AS

Harga Emas Dunia Kembali Turun, Jelang Rilis Inflasi AS
Harga Emas Dunia Kembali Turun, Jelang Rilis Inflasi AS

KABARBURSA.COM - Harga emas dunia melemah pada dini hari Kamis, 11 Januari 2024, mendekati pengumuman data inflasi Amerika Serikat yang diyakini akan membentuk prospek kebijakan Federal Reserve terkait penurunan suku bunga tahun ini.

Pada pukul 14:25 GMT, harga emas di pasar spot turun 0.4 persen menjadi US$2,021.39 per ounce. Sementara emas berjangka AS ditutup 0.3 persen lebih rendah pada level US$2,027.78.

Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, menyatakan bahwa data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memberikan alasan lebih banyak kepada The Fed untuk menurunkan suku bunga tahun ini, yang berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi.

Data inflasi konsumen AS dijadwalkan akan dirilis pada hari Kamis. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi tahun-ke-tahun sebesar 3.2 persen pada bulan Desember, dengan perkiraan bahwa inflasi inti kemungkinan akan turun menjadi 3.8 persen, level terendah sejak pertengahan tahun 2021.

Meskipun begitu, laporan dari Federal Reserve New York mengungkapkan bahwa konsumen memperkirakan penurunan inflasi. Gubernur Fed, Michelle Bowman, juga menyatakan bahwa kebijakan moneter bank sentral AS tampaknya sudah cukup membatasi.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun yang meningkat dapat mengurangi daya tarik emas batangan. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya peluang berinvestasi pada emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dalam perdagangan lainnya, harga perak spot turun 0.3 persen menjadi US$22.91 per ounce, sementara platinum turun 1.3 persen ke level terendah hampir satu bulan di US$917.55. Paladium naik 1.8 persen menjadi US$995.69, menghentikan penurunan beruntun selama 11 sesi.

Meskipun indeks dolar .DXY turun sekitar 0.2 persen, emas batangan yang dihargai dalam mata uang dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait