Market Hari Ini 29 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Harga Emas Tembus USD3.800 per Troy Ons: Segini Harga Jual Antam

Emas cetak rekor baru menembus USD3.800 per ons, menguat sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, dengan teknikal solid meski potensi koreksi tetap terbuka.

Harga emas tembus ATH di atas USD3.800, Antam naik Rp7.000 per gram. Tren bullish kuat, investor tetap waspadai koreksi teknikal.

Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Emas kembali menorehkan sejarah baru. Logam mulia yang selama ini menjadi tolok ukur keamanan investasi dunia berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di atas USD3.800 per troy ons. 

Momentum ini mempertegas status emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global, mulai dari ancaman perlambatan ekonomi, arah kebijakan bank sentral, hingga potensi ketegangan geopolitik. 

Bagi investor, lonjakan ini menandai fase baru di mana emas bukan hanya simbol perlindungan nilai, tetapi juga instrumen dengan daya tarik spekulatif yang kian kuat.

Secara teknikal, reli emas dunia tampak begitu solid. Harga kontrak berjangka menutup perdagangan di USD3.847,30 per troy ons, naik 1,01 persen dalam sehari. Hampir seluruh indikator memberikan sinyal kuat ke arah pembelian. 

Relative Strength Index (RSI) berada di level 75, menunjukkan kondisi overbought, namun tren momentum masih konsisten mengarah ke atas. Stochastic dan Stochastic RSI turut memperlihatkan sinyal beli, sementara MACD mencatat penguatan positif yang mengonfirmasi dorongan bullish. 

ADX yang mencapai 58 menandakan tren sangat kuat, sehingga potensi reli lanjutan belum sepenuhnya tertutup. 

Dari sisi moving average, semua rentang mulai dari MA5 hingga MA200 kompak berada di bawah harga saat ini. Kondisi ini menciptakan konfirmasi teknikal yang tegas bahwa tren jangka pendek hingga panjang masih berpihak pada pembeli.

Namun, euforia ini tidak lepas dari catatan kewaspadaan. Dengan kondisi overbought, ruang koreksi teknikal tetap terbuka. Investor dengan orientasi jangka pendek perlu memperhatikan area pivot di kisaran USD3.796 sebagai level psikologis yang bisa menjadi acuan arah pergerakan berikutnya. 

Selama level support tersebut terjaga, reli emas berpeluang berlanjut dengan target terdekat di atas USD3.850.

Harga Emas Antam Naik Rp7.000

Di pasar domestik, efek reli global langsung terasa pada harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam). Harga jual resmi di logammulia.com naik Rp7.000 menjadi Rp2.198.000 per gram, memecahkan rekor sebelumnya di Rp2.191.000 per gram. 

Harga buyback juga turut menguat ke Rp2.045.000 per gram, memperlihatkan tingginya minat pasar. Kenaikan merata terjadi di semua denominasi, mulai dari pecahan 0,5 gram yang kini dibanderol Rp1.149.000, hingga cetakan besar seperti 50 gram yang mencapai Rp107.045.000.

Fenomena kenaikan harga emas dunia hingga menembus ATH ini memperlihatkan bahwa logam mulia masih menjadi primadona kala risiko global meningkat. Bagi investor, sinyal teknikal yang begitu bullish sekaligus menjadi pengingat bahwa disiplin strategi tetap diperlukan. 

Koreksi sesaat bisa hadir sewaktu-waktu, namun dalam konteks jangka menengah hingga panjang, emas tetap berdiri sebagai salah satu instrumen investasi paling tangguh di tengah badai ketidakpastian.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait