Market Hari Ini 09 Mar 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Harga Kontrak Berjangka Emas Menguat: Pangkas Suku Bunga

Harga Kontrak Berjangka Emas Menguat: Pangkas Suku Bunga
Harga Kontrak Berjangka Emas Menguat: Pangkas Suku Bunga

KABARBURSA.COM - Harga kontrak berjangka emas di divisi COMEX New York Mercantile Exchange mengalami kenaikan pada Jumat (Sabtu pagi WIB) seiring munculnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April mengalami peningkatan sebesar 20,30 dolar AS atau 0,94 persen, mencapai penutupan pada 2.185,50 dolar per ons.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa lapangan kerja di sektor nonpertanian AS tumbuh sebesar 275.000 pekerjaan pada bulan Februari. Meskipun tingkat pengangguran naik menjadi 3,9 persen, melampaui prediksi sejumlah ekonom, yaitu 198.000 pekerjaan baru dengan tingkat pengangguran 3,7 persen.

Data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan menyebabkan kebijakan moneter AS menjadi dovish, dengan keinginan untuk percepatan penurunan suku bunga. Pembelian emas oleh bank sentral juga menjadi faktor pendorong bagi kenaikan emas saat ini.

Para analis pasar menyatakan bahwa penguatan ini memiliki keuntungan teknis dan memberikan momentum jangka pendek yang solid secara keseluruhan. Sasaran harga emas selanjutnya adalah untuk ditutup di atas resistensi kuat di 2.250,00 dolar AS, sementara sasaran harga turun jangka pendek berikutnya adalah penurunan di bawah dukungan teknis solid di 2.100,00 dolar AS.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Mei mengalami penurunan sebesar 2,90 sen atau 0,12 persen, mencapai penutupan pada 24,549 dolar per ons. Harga platinum untuk pengiriman April juga turun sebesar 8,60 dolar atau 0,93 persen, ditutup pada 914,80 dolar per ons.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait