Market Hari Ini 25 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Harga Masih di Bawah, Manajemen Mulai Tambah Saham GOTO

Direktur GOTO tambah kepemilikan lewat MESOP saat harga masih di kisaran bawah, di tengah proyeksi laba 2026 dan target analis Rp85 per saham.

Manajemen GOTO tambah saham saat harga di level Rp53, di tengah proyeksi laba 2026 dan target analis Rp85 per saham.

Penambahan kepemilikan saham oleh Direktur GOTO mengangkat harga saham ke level 53. (Foto: dok GoTo Gojek Tokopedia)
Penambahan kepemilikan saham oleh Direktur GOTO mengangkat harga saham ke level 53. (Foto: dok GoTo Gojek Tokopedia)

Daftar Isi

  1. 01 Target Analis

KABARBURSA.COM - Di tengah harga saham yang masih bergerak di area bawah, perubahan kepemilikan di tubuh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mulai terlihat dari dalam. Aksi penambahan saham oleh jajaran manajemen muncul bersamaan dengan pergerakan harga yang perlahan bangkit dari level terendah bulan ini. 

Kombinasi ini menghadirkan dinamika berbeda, ketika pergerakan pasar berjalan beriringan dengan langkah internal perusahaan.

Pada perdagangan 25 Maret 2026, saham GOTO ditutup di level Rp53 atau menguat 3,92 persen dalam satu hari, bergerak dari kisaran Rp50 hingga Rp53 dengan volume transaksi mencapai 9,93 miliar saham. 

Aktivitas ini terjadi di tengah posisi harga yang masih berada dekat dengan level terendah 52 mingguan di Rp50, setelah sebelumnya dibuka di level Rp59 pada awal Maret.

Di balik pergerakan harga tersebut, terjadi penambahan kepemilikan saham oleh Direktur GOTO Hans Patuwo melalui pelaksanaan program opsi saham karyawan dan konsultan. Tercatat pembelian sebanyak 188,18 juta saham pada harga Rp2 per saham.

Dengan begitu, total kepemilikannya meningkat menjadi 763,01 juta saham atau sekitar 0,03 persen dari total saham beredar, dari sebelumnya 574,82 juta saham. Transaksi ini merupakan bagian dari program MESOP yang dikelola melalui GoTo Peopleverse Fund.

Perubahan kepemilikan ini muncul di tengah fase konsolidasi harga saham GOTO dalam beberapa pekan terakhir. Secara bulanan, saham ini tercatat melemah sekitar 10,17 persen sejak awal Maret, dengan tekanan yang membawa harga turun hingga menyentuh area Rp50. 

Namun, pada perdagangan terbaru, harga mulai bergerak naik kembali ke kisaran Rp53, menunjukkan adanya aktivitas beli di area bawah setelah fase penurunan.

Target Analis

Dari sisi sentimen, ekspektasi terhadap kinerja keuangan GOTO mulai menjadi perhatian pasar. Analis memperkirakan perusahaan berpotensi mencatatkan laba untuk pertama kalinya pada tahun buku 2026, dengan target EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp3,4 triliun. 

Target ini didorong oleh efisiensi berbasis teknologi, termasuk optimalisasi kecerdasan buatan, serta penguatan pada lini bisnis fintech.

Kombinasi antara aksi internal melalui program kepemilikan saham dan proyeksi kinerja tersebut membentuk dinamika tersendiri pada pergerakan saham. Di satu sisi, harga saham masih berada di area bawah dalam konteks historis jangka menengah, sementara di sisi lain terdapat aktivitas akumulasi dari internal perusahaan yang terjadi di level harga jauh di bawah pasar.

Dalam konsensus analis, mayoritas rekomendasi masih berada pada kategori beli dengan target harga rata-rata di kisaran Rp85 per saham. Posisi harga saat ini yang berada di level Rp53 menempatkan saham ini masih di bawah target tersebut, di tengah berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan, termasuk dinamika pada segmen layanan on-demand yang masih menjadi perhatian.

Perubahan kepemilikan melalui program opsi saham, pergerakan harga yang masih berada di area bawah, serta ekspektasi terhadap perbaikan kinerja pada 2026 membentuk gambaran yang kompleks terhadap saham GOTO. 

Pergerakan yang terjadi tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas pasar, tetapi juga oleh dinamika internal perusahaan dan arah strategi bisnis yang sedang dijalankan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait