Market Hari Ini 16 Feb 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Harga Minyak Anjlok Tiga Persen, IEA Pangkas Permintaan

Revisi proyeksi pertumbuhan global dan lonjakan stok minyak AS membalikkan sentimen pasar energi di tengah meredanya ketegangan AS-Iran.

Harga minyak turun hampir 3 persen setelah IEA memangkas proyeksi permintaan dan stok minyak AS melonjak tajam.

Ilustrasi: Fasilitas rig minyak (Foto: Pexels/Umar Affan)
Ilustrasi: Fasilitas rig minyak (Foto: Pexels/Umar Affan)

KABARBURSA.COM – Harga minyak mentah berjangka turun tajam pada Kamis, 12 Februari 2026, seiring pasar mulai merespons penurunan proyeksi permintaan global sekaligus meredanya kekhawatiran konflik di Timur Tengah, menurut laporan Reuters

Brent crude turun USD1,88 atau 2,71 persen ke USD67,52 per barel, sementara patokan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), turun USD1,79 atau 2,77 persen ke USD62,84 per barel pada penutupan perdagangan.

Laporan bulanan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyebut pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 akan lebih lambat dari estimasi sebelumnya, dengan kenaikan diproyeksikan sekitar 850.000 barel per hari, turun dari perkiraan sebelumnya 930.000 barel per hari. 

IEA juga memperkirakan pasokan minyak global akan mengalami surplus signifikan meskipun sempat ada gangguan produksi di awal tahun.

Sentimen pasar sempat mendapat dukungan awal dari kekhawatiran terhadap potensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, komentar pejabat bahwa negosiasi antara kedua negara masih berlanjut dinilai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak.

“Fakta bahwa Presiden Trump terus bernegosiasi dengan Iran akan mengurangi risiko geopolitik,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, yang dikutip Reuters

Lipow menambahkan proyeksi IEA menunjukkan penurunan permintaan yang cukup signifikan untuk tahun 2026.

Data dari Badan Informasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak sebesar 8,5 juta barel menjadi total 428,8 juta barel pada pekan terakhir, jauh melampaui ekspektasi analis. Lonjakan stok ini menjadi tekanan tambahan terhadap harga minyak.

Selain itu, tingkat utilisasi kilang minyak AS turun 1,1 poin persentase menjadi 89,4 persen, mengindikasikan permintaan pengolahan minyak yang lebih lemah dalam jangka pendek.

Di sisi pasokan global, pasar juga mulai mengantisipasi potensi peningkatan output dari negara-negara seperti Venezuela, yang dipandang bisa menambah pasokan minyak di pasar internasional dalam beberapa bulan mendatang.

Secara mingguan, tren harga minyak menunjukkan tekanan turun karena kombinasi proyeksi surplus pasokan dan pelemahan permintaan global, meskipun faktor geopolitik masih dipantau ketat oleh pelaku pasar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait