Market Hari Ini 03 Nov 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Harga Minyak Dunia Naik, OPEC+ Tunda Tambah Produksi

Harga minyak dunia naik setelah OPEC+ menunda rencana kenaikan produksi kuartal I 2026 di tengah kewaspadaan pasar atas permintaan energi global.

Harga minyak naik, WTI di USD61,26 dan Brent di USD65,11 per barel, didorong penundaan kenaikan produksi OPEC+ dan sinyal permintaan global melemah.

Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 3 November 2025. Kenaikan harga terjadi di tengah keputusan OPEC+ yang menunda rencana kenaikan produksi pada kuartal I 2026 serta meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap potensi pelemahan permintaan energi global. 

Berdasarkan data perdagangan terkini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,46 persen ke level USD 61,26 per barel, sementara minyak Brent menguat 0,53 persen ke posisi USD 65,11 per barel. Adapun harga batubara turut bergerak positif, naik 0,32 persen menjadi USD 109,25 per ton. 

Penguatan harga minyak kali ini ditopang oleh sentimen kebijakan produksi OPEC+ yang cenderung hati-hati dalam mengatur pasokan, di tengah ekspektasi melemahnya permintaan industri pada kuartal pertama tahun depan. 

Analis energi dari RBC Capital, Helima Croft, mengatakan langkah hati-hati OPEC+ ini mencerminkan sikap pasar yang masih waspada terhadap ketidakpastian pasokan global dan permintaan minyak pada awal tahun depan. 

“Ada banyak alasan untuk mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati mengingat ketidakpastian pasokan pada kuartal pertama dan potensi pelemahan permintaan,” ujar Helima Croft, Kepala Strategi Komoditas Global RBC Capital Markets, dikutip dari Reuters, Senin, 3 November 2025. 

Sementara itu, sebagian analis menilai bahwa pergerakan harga minyak masih akan berfluktuasi dalam jangka pendek, seiring dinamika kebijakan produksi, kondisi geopolitik, serta arah kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia. 

Kendati volatilitas masih tinggi, penguatan harga minyak dan batubara menunjukkan bahwa pasar energi global mulai memasuki fase konsolidasi menjelang akhir tahun, didorong oleh stabilnya permintaan industri dan transportasi di sejumlah negara importir utama.(*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait