Market Hari Ini 24 Nov 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Harga Minyak Menguat, The Fed Isyaratkan Turunkan Suku Bunga

Harga minyak menguat tipis dipicu ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan penurunan stok AS. Pasar mencermati data ekonomi dan kebijakan OPEC+.

Harga minyak dunia menguat tipis. Sentimen penggerak berasal dari sinyal dovish The Fed dan penurunan stok minyak mentah di AS.

Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Harga minyak global mencatat penguatan tipis pada awal pekan ini, didorong oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve Amerika Serikat dapat memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Optimisme tersebut muncul setelah inflasi di Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda moderasi, sehingga mendorong ekspektasi bahwa kebijakan moneter yang ketat dapat segera dilonggarkan.

Sentimen ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga dalam dua hingga tiga hari terakhir.

Dalam laporan The Economic Times, Gubernur The Fed Christopher Waller menyampaikan bahwa moderasi inflasi membuka peluang bagi bank sentral untuk mempertimbangkan langkah penurunan suku bunga.

“Jika inflasi terus mengalami moderasi, langkah pertama adalah penurunan suku bunga,” ujar Waller seperti dikutip KabarBursa.com, Senin, 24 November 2025.

Pasar menilai pernyataan ini sebagai sinyal kuat bahwa sikap kebijakan moneter mulai bergeser ke arah yang lebih longgar.

Harga minyak mentah acuan Brent diperdagangkan di kisaran USD 73 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada dekat USD 69 per barel.

Pergerakan tersebut menggambarkan penguatan terbatas, namun stabil, seiring investor menilai perkembangan makroekonomi yang berlangsung.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan energi, sehingga sentimen ini menjadi penopang utama harga dalam beberapa hari terakhir.

Selain faktor kebijakan moneter, penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat turut memberikan dorongan tambahan bagi harga.

Laporan terbaru menunjukkan adanya penurunan stok yang mencerminkan konsumsi domestik yang tetap stabil. Penurunan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar, terutama di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Sementara di sisi lain, pasar tetap mencermati dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak global. Hingga saat ini belum ada gangguan besar terhadap suplai dari kawasan produsen utama, namun ketidakpastian tetap menjadi faktor yang diperhitungkan pelaku pasar.

Perhatian juga tertuju pada OPEC+, yang kebijakan produksinya akan menjadi penentu penting bagi arah harga dalam beberapa pekan ke depan.

Kendati demikian, ruang penguatan harga dinilai masih terbatas. Kekhawatiran perlambatan ekonomi di beberapa wilayah, seperti Eropa dan Asia, masih menahan laju kenaikan.

Pasar kini menunggu perkembangan berikutnya dari data ekonomi Amerika Serikat serta langkah-langkah kebijakan The Fed, yang akan menjadi acuan utama bagi sentimen minyak dalam jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait