Market Hari Ini 03 Dec 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Harga Minyak Stabil di Tengah Harapan pada China dan Kekhawatiran soal The Fed

Harga Minyak Stabil di Tengah Harapan pada China dan Kekhawatiran soal The Fed
Harga Minyak Stabil di Tengah Harapan pada China dan Kekhawatiran soal The Fed

Daftar Isi

  1. 01 Optimisme dari China
  2. 02 Ketegangan di Timur Tengah
  3. 03 Pertemuan OPEC+
  4. 04 Kebijakan The Fed dan Dolar AS
  5. 05 Wall Street Berakhir Beragam

KABARBURSA.COM - Harga minyak mentah stabil pada Senin, 2 Desember 2024, di tengah ekspektasi peningkatan permintaan dari China yang diimbangi oleh kekhawatiran terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan Desember mendatang.

Menurut laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun tipis sebesar 1 sen menjadi USD71,83 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mengalami kenaikan sebesar 10 sen (0,15 persen) menjadi USD68,10 per barel.

Optimisme dari China

Optimisme pasar didukung oleh data sektor swasta yang menunjukkan aktivitas pabrik di China tumbuh pada November dengan laju tercepat dalam lima bulan.

Pertumbuhan ini meningkatkan kepercayaan pelaku bisnis terhadap pemulihan ekonomi China, meskipun situasi global tetap diwarnai ketidakpastian, termasuk ancaman perdagangan yang terus digaungkan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump.

Ketegangan di Timur Tengah

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar.

Gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Lebanon, yang dimulai pekan lalu, kembali terguncang setelah militer Israel melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “target teror” di Lebanon. Tuduhan pelanggaran gencatan senjata dilontarkan kedua pihak, yakni Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah.

Pentagon menyatakan bahwa gencatan senjata secara formal masih berlaku. Namun, eskalasi ini menimbulkan risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global.

“Meskipun ada gencatan senjata, banyak keraguan terkait legitimasi kesepakatan ini,” ujar Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial.

Pertemuan OPEC+

Di sisi lain, pasar juga tengah menanti hasil pertemuan OPEC+, yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya diharapkan membahas kemungkinan penundaan kenaikan produksi yang sebelumnya direncanakan mulai Januari 2025.

“Jika OPEC+ memutuskan untuk menunda kenaikan produksi tanpa batas waktu, hal ini dapat meredakan tekanan penurunan harga minyak,” ujar George Pavel, General Manager Naga.com Timur Tengah. Keputusan ini diperkirakan akan menjadi acuan penting dalam menentukan kebijakan produksi minyak untuk awal tahun 2025.

Kebijakan The Fed dan Dolar AS

Faktor lain yang memengaruhi pasar adalah pernyataan Presiden The Fed Atlanta, Raphael Bostic, yang membuka kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Desember. Keputusan ini akan sangat bergantung pada data ketenagakerjaan yang dijadwalkan rilis minggu ini.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan biaya pinjaman, memperlambat aktivitas ekonomi, dan pada akhirnya mengurangi permintaan minyak.

Selain itu, penguatan dolar AS juga menambah tekanan. Mata uang AS kembali menguat setelah Trump mengancam akan menerapkan tarif 100 persen terhadap negara-negara anggota BRICS yang mendukung penggunaan mata uang alternatif pengganti dolar.

Penguatan dolar membuat minyak, yang dihargai dalam dolar, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga berpotensi menekan permintaan global.

Wall Street Berakhir Beragam

Indeks Nasdaq dan S&P 500 mengakhiri perdagangan pada Senin, 2 Desember 2024 dengan kenaikan, didorong oleh penguatan saham-saham teknologi.

Optimisme investor meningkat setelah pasar membukukan kinerja solid sepanjang November. Fokus kini beralih ke data ekonomi yang akan dirilis pekan ini, termasuk laporan pekerjaan bulanan yang sangat dinantikan pada Jumat mendatang.

Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average sedikit melemah, meski tetap mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam satu tahun terakhir hingga penutupan Jumat, 29 November 2024 lalu.

Seperti dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 128,65 poin atau 0,29 persen ke level 44.782,00. S&P 500 naik 14,74 poin atau 0,24 persen ke 6.047,12, sementara Nasdaq Composite menguat 185,78 poin atau 0,97 persen ke 19.403,95.

Sektor teknologi, layanan komunikasi, dan barang konsumsi tidak wajib masing-masing mencatat kenaikan sekitar 1 persen pada hari Senin, 2 Desember 2024 sementara sektor-sektor lainnya melemah. Saham Tesla menjadi sorotan setelah analis di Stifel menaikkan target harga saham perusahaan tersebut, mendorong penguatan signifikan dalam perdagangan.

“Kita sedang berada di periode musiman yang biasanya mendukung kenaikan pasar,” ujar Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, New Jersey.

“Namun, meskipun pasar perlahan bergerak naik, saya tidak melihat adanya lonjakan eksplosif menuju akhir tahun karena masih banyak ketidakpastian mengenai arah ekonomi,” ujarnya, menambahkan.

Pasar juga dipengaruhi oleh dinamika politik terbaru di Amerika Serikat. Mantan Presiden Donald Trump kembali memenangkan pemilihan presiden bulan lalu, dan Partai Republik menguasai kedua kamar Kongres.

Kemenangan ini mendorong optimisme pasar pada November, dengan harapan kebijakan pro-pasar seperti pemotongan pajak dan deregulasi dapat mendukung pertumbuhan. Namun, ancaman tarif perdagangan yang lebih tinggi tetap menjadi risiko bagi pasar ke depan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait