Market Hari Ini 17 Nov 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Harga Minyak Terkoreksi, Pasar Waspada Risiko Surplus 2026

Harga minyak melemah akibat peningkatan stok AS, kekhawatiran surplus global, dan penguatan dolar, sementara batubara justru menguat didorong permintaan Asia.

Harga minyak melemah akibat stok AS naik dan dolar menguat, sementara batubara justru menguat didorong permintaan kuat dari kawasan Asia.

Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: freepik
Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: freepik

KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko kelebihan pasokan global dan penguatan dolar AS yang menekan permintaan komoditas energi.

Minyak mentah tercatat turun ke level USD59,530 per barel atau melemah 0,93 persen, sementara minyak Brent ikut terkoreksi 0,86 persen ke posisi USD63,836 per barel.

Harga gas alam juga tidak mampu menguat dan turun 2,06 persen menjadi USD4,4718 per MMBtu

 Berbeda dengan komoditas energi lainnya, harga batubara justru naik 0,96 persen ke USD110,60 per ton, mencerminkan permintaan kawasan Asia yang masih relatif stabil menjelang periode kebutuhan puncak musim dingin.

Pelemahan harga minyak hari ini terutama dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan stok minyak mentah Amerika Serikat yang terus menekan sentimen pasar.

Pelaku pasar menilai kenaikan stok tersebut menggambarkan bahwa permintaan kilang belum pulih secara optimal, dan menambah tekanan terhadap prospek harga di tengah sinyal bahwa pasar minyak global berpotensi memasuki fase surplus pada 2026.

Prospek tersebut muncul setelah beberapa proyeksi menunjukkan bahwa peningkatan produksi dari Amerika Utara dan Rusia berpotensi melampaui pertumbuhan permintaan, sementara sinyal perlambatan konsumsi dari Tiongkok mulai terlihat dalam beberapa minggu terakhir.

Pada saat yang sama, penguatan dolar AS memperburuk tekanan terhadap harga setelah membuat pembelian minyak menjadi lebih mahal bagi importir di luar Amerika Serikat.

Kombinasi faktor ini mendorong investor mengambil posisi lebih hati-hati, terutama menjelang rilis data resmi stok dari Energy Information Administration (EIA) dalam beberapa hari ke depan.

Meski harga minyak melemah, kenaikan batubara memberikan penanda bahwa kebutuhan energi industri di Asia tetap solid, terutama dari negara dengan ketergantungan tinggi pada pembangkit batubara.

Pasar energi global kini menunggu data pasokan dan arah kebijakan produksi OPEC+ untuk menentukan pergerakan harga selanjutnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait