Market Hari Ini 08 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Harga Saham Terus Anjlok, BBTN Mulai Atur Strategi

BTN membidik NPL KPR di bawah 2,5 persen pada akhir 2026 melalui transformasi Loan Factory. Di tengah kabar positif tersebut, saham BBTN justru ditutup melemah hampir 5 persen.

BTN menargetkan NPL KPR di bawah 2,5 persen pada akhir 2026 melalui transformasi Loan Factory. Namun saham BBTN hari ini justru ditutup turun 4,82 persen.

BTN ingin menurunkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi di bawah 2,5 persen. (Foto: dok KabarBursa)
BTN ingin menurunkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi di bawah 2,5 persen. (Foto: dok KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Bahana Sekuritas: Profil Risiko BBTN Lebih Sehat
  2. 02 Sesi I: Harga Turun 4,82 Persen

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus anjlok. Bank yang berfokus pada kredit perumahan ini mencoba mengubah fokus. Jika sebelumnya pertumbuhan kredit menjadi sorotan utama, kini manajemen lebih menekankan pada kualitas kredit sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Targetnya, hingga akhir 2026 BTN ingin menurunkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi di bawah 2,5 persen.

Target tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil. Pada akhir Maret 2026, rasio NPL KPR BTN sudah membaik menjadi 2,8 persen, turun dari 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara rasio NPL bank secara keseluruhan berada di level 3,1 persen.

Perbaikan kualitas aset ini bukan terjadi secara kebetulan. Dalam beberapa tahun terakhir BTN menjalankan transformasi besar-besaran pada proses kreditnya. Salah satu program utama adalah implementasi Loan Factory, sebuah pusat pemrosesan kredit terintegrasi yang memanfaatkan digitalisasi, data analytics, decision engine, dan otomatisasi alur kerja.

Lewat sistem ini, proses kredit yang sebelumnya memakan waktu sekitar 10 hingga 14 hari kini bisa diselesaikan hanya dalam 4 sampai 7 hari. Tingkat pemrosesan otomatis juga terus meningkat menuju 70 persen, sementara tingkat perbaikan dokumen atau rework berhasil ditekan hingga di bawah 15 persen.

Yang lebih penting, Loan Factory tidak hanya membuat proses menjadi lebih cepat, tetapi juga meningkatkan kualitas kredit baru yang masuk ke dalam portofolio bank. 

Bahana Sekuritas: Profil Risiko BBTN Lebih Sehat

Temuan ini mendapat perhatian positif dari Bahana Sekuritas dalam hasil kunjungan lapangan mereka pada April 2026. Menurut analis Bahana, kredit yang dibukukan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan profil risiko yang jauh lebih sehat dibandingkan portofolio lama BTN.

Di sisi lain, BTN juga memperkuat pengelolaan kredit bermasalah melalui pendekatan Cluster Collection, yaitu sistem penanganan kredit berdasarkan karakteristik risiko dan perilaku pembayaran nasabah. 

Dengan pendekatan yang lebih tersegmentasi, proses penagihan, restrukturisasi, hingga pemulihan kredit dapat dilakukan lebih efektif.

Dengan kombinasi perbaikan kualitas kredit baru dan pengelolaan portofolio lama yang lebih disiplin, BTN optimistis target NPL KPR di bawah 2,5 persen pada akhir 2026 dapat tercapai.

Namun menariknya, sentimen positif dari sisi fundamental tersebut belum mampu mendorong pergerakan saham pada perdagangan hari ini.

Sesi I: Harga Turun 4,82 Persen

Berdasarkan data perdagangan 8 Juni 2026, saham BBTN pada sesi berjalan berada di level Rp1.085, turun 55 poin atau 4,82 persen. Saham ini dibuka di Rp1.130 dan sempat menyentuh level tertinggi yang sama sebelum akhirnya bergerak turun hingga menyentuh level terendah Rp1.080.

Nilai transaksi tercatat sekitar Rp11,29 miliar dengan volume perdagangan mencapai 102,78 juta saham dan frekuensi transaksi sekitar 2.720 kali. Harga rata-rata transaksi berada di kisaran Rp1.099 per saham.

Dari pola perdagangan tersebut terlihat bahwa tekanan jual muncul sejak awal sesi. Saham dibuka pada level tertinggi harian, tetapi gagal mempertahankan momentum sehingga terus pergerak melemah hingga mendekati level terendah perdagangan saat penutupan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait