Market Hari Ini 06 Aug 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Harga Tembaga Bergeliat, Cek Kinerja Emiten ini

Harga Tembaga Bergeliat, Cek Kinerja Emiten ini
Harga Tembaga Bergeliat, Cek Kinerja Emiten ini

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Saham Industri Tembaga

KABARBURSA.COM - Logam industri menemukan titik tumpu pada Selasa 6 Agustus 2024, setelah terpuruk dalam aksi jual global yang mengguncang pasar aset berisiko. Tembaga, aluminium, dan seng menunjukkan pemulihan setelah hari pembukaan yang kacau, yang menghapus miliaran dolar dari pasar global.

Para investor kini memantau apakah penurunan tajam yang terjadi pada hari Senin yang membawa tembaga ke level terendahnya sejak Maret menandakan adanya masalah yang lebih mendalam di masa depan.

Faktor utama yang mempengaruhi logam dalam beberapa bulan terakhir adalah China, di mana kelemahan sektor manufaktur dan pasar properti yang lesu telah meruntuhkan rasa percaya diri.

Namun, pasar keuangan secara keseluruhan menunjukkan ketenangan pada awal perdagangan Selasa. Dua indeks saham utama Jepang mencatat kenaikan tajam, sementara saham berjangka AS menunjukkan pemulihan setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan.

Tembaga sempat melonjak hingga 1,1 persen sebelum kembali merosot, dan saat ini diperdagangkan stabil di level USD8.889,50 per ton pada pukul 10:28 waktu Shanghai. Aluminium tetap datar, sedangkan seng turun sebesar 0,1 persen. Sementara itu, bijih besi berjangka yang relatif tidak terpengaruh oleh aksi jual pada Senin—turun 0,5 persen di Singapura.

Pada Agustus 2024, sentimen harga tembaga global menunjukkan ketidakpastian yang signifikan. Harga tembaga mengalami tekanan akibat kekhawatiran akan penurunan permintaan dari Tiongkok serta tantangan dalam sektor manufaktur. Penurunan ini menambah volatilitas di pasar, dengan harga tembaga turun tajam dari puncak sebelumnya​.

Namun, meski pasar menunjukkan tren penurunan, beberapa faktor seperti inventori yang rendah dan potensi pemulihan konsumsi di Tiongkok memberikan harapan bahwa penurunan harga tidak akan terlalu drastis. Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa pasar mungkin akan tetap ketat hingga akhir tahun, meskipun ada surplus yang diantisipasi pada tahun depan.

Secara keseluruhan, sentimen harga tembaga pada Agustus 2024 masih didominasi oleh kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global, terutama dari Tiongkok, yang merupakan konsumen utama tembaga. Hal ini menciptakan tekanan di pasar yang berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Kinerja Saham Industri Tembaga

Harga tembaga belakangan ini melonjak, didorong oleh ekspektasi terbatasnya pasokan dan optimisme terhadap peningkatan permintaan dari aplikasi transisi energi seperti kendaraan listrik dan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan dan otomatisasi.

Aktivitas manufaktur yang meningkat, khususnya di Tiongkok sebagai konsumen utama, turut menyumbang antusiasme terhadap komoditas ini. Survei manajer pembelian mulai menunjukkan ekspansi, mendorong harga tembaga mencapai puncak dua tahunnya pada USD9.900 per ton minggu ini.

Prospek kekurangan konsentrat tembaga, bahan baku utama logam ini, semakin menekan pasar. Penutupan tambang Cobre milik First Quantum di Panama oleh penambang Kanada memicu kekhawatiran tersebut.

Kenaikan harga tembaga juga dipengaruhi oleh pembalikan posisi jangka pendek, yang bertaruh pada harga lebih rendah ketika prospek permintaan dari Tiongkok tampak suram akibat penurunan aktivitas manufaktur.

Pemotongan suku bunga di Amerika Serikat, Eropa, dan beberapa negara lain juga meningkatkan potensi pertumbuhan dan permintaan terhadap tembaga.

Sumber industri tembaga mengindikasikan bahwa ketatnya pasokan akan segera terlihat pada penurunan stok di gudang yang disetujui London Metal Exchange (LME) dan yang dipantau oleh Shanghai Futures Exchange.

Menurut laporan Reuters, Jay Tatum, manajer portofolio di Valent Asset Management, menyatakan bahwa kelangkaan logam tembaga akan menjadi ujian nyata apakah harga tembaga dapat dipertahankan dan naik lebih tinggi.

Kenaikan harga komoditas tembaga berjangka di pasar global tentu akan berdampak positif pada pergerakan harga saham perusahaan tembaga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pergerakan harga saham pada 6 Agustus 2024 mencerminkan sentimen pasar yang beragam terhadap masing-masing perusahaan. Saham TBMS dan AMMN mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan, sementara SCCO dan KBLI mengalami penurunan kecil. ANTM juga menunjukkan kinerja positif, seiring dengan tren kenaikan harga komoditas.

1. PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS)

Harga Saham: Rp3.200

Perubahan: +2,56 persen

Volume Perdagangan: 5.300.000 lembar

Kapitalisasi Pasar: Rp6,4 triliun

Kinerja: Saham TBMS menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, didorong oleh optimisme pasar terhadap peningkatan produksi dan permintaan dalam industri tembaga.

2. PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce (SCCO)

Harga Saham: Rp4.800

Perubahan: -1,04 persen

Volume Perdagangan: 2.750.000 lembar

Kapitalisasi Pasar: Rp9,6 triliun

Kinerja: Saham SCCO mengalami penurunan tipis, meskipun perusahaan ini tetap menunjukkan fundamental yang kuat. Penurunan ini lebih disebabkan oleh aksi ambil untung oleh investor setelah kenaikan yang cukup tajam minggu lalu.

3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Harga Saham: Rp2.950

Perubahan: +3,17 persen

Volume Perdagangan: 6.800.000 lembar

Kapitalisasi Pasar: Rp20,65 triliun

Kinerja: AMMN mencatatkan kenaikan harga saham yang cukup signifikan, dipicu oleh berita positif mengenai ekspansi tambang dan peningkatan harga komoditas mineral secara global.

4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Harga Saham: Rp2.500

Perubahan: +1,85 persen

Volume Perdagangan: 10.200.000 lembar

Kapitalisasi Pasar: Rp25 triliun

Kinerja: Saham ANTM terus bergerak naik seiring dengan peningkatan harga nikel dan emas di pasar internasional. Sentimen positif dari laporan keuangan kuartal kedua juga turut mendongkrak performa saham ini.

5. PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI)

Harga Saham: Rp1.200

Perubahan: -0,83 persen

Volume Perdagangan: 4.500.000 lembar

Kapitalisasi Pasar: Rp2,4 triliun

Kinerja: Saham KBLI sedikit mengalami tekanan, meskipun prospek jangka panjang perusahaan ini masih solid. Penurunan harga saham ini lebih disebabkan oleh fluktuasi pasar secara keseluruhan. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait