Market Hari Ini 04 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Harita Nickel Perkuat Kinerja dan Komitmen ESG di Paruh Pertama 2025

Harita Nickel raih kinerja positif semester I 2025, perkuat komitmen ESG lewat audit IRMA dan sertifikasi RMAP, serta masuk FTSE4Good Index.

Harita Nickel catat kinerja positif 2025, tingkatkan komitmen ESG, raih sertifikasi internasional, dan masuk FTSE4Good Index.

Tampak dari udara kawasan industri Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Di bagian bawah gambar, berjajar kolam-kolam sedimentasi yang berfungsi mengendapkan partikel tersuspensi dari limpasan air tambang sebelum dialirkan ke hilir. Fasilitas ini menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan air terpadu yang diklaim perusahaan untuk menjaga kualitas lingkungan sekitar. Foto: NCKL.
Tampak dari udara kawasan industri Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Di bagian bawah gambar, berjajar kolam-kolam sedimentasi yang berfungsi mengendapkan partikel tersuspensi dari limpasan air tambang sebelum dialirkan ke hilir. Fasilitas ini menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan air terpadu yang diklaim perusahaan untuk menjaga kualitas lingkungan sekitar. Foto: NCKL.

KABARBURSA.COM - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (IDX: NCKL) atau Harita Nickel menutup paruh pertama 2025 dengan catatan yang kokoh. 

Perusahaan tambang dan pengolahan bijih nikel terintegrasi ini tidak hanya membukukan kinerja finansial positif, tetapi juga mempertegas arah langkahnya dalam menerapkan praktik tambang berkelanjutan.

Sejak Oktober tahun lalu, Harita Nickel menjalani audit independen berbasis standar The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), sebuah tolok ukur global yang dikenal paling ketat dalam industri pertambangan. 

Memasuki April 2025, proses ini berlanjut ke tahap audit lapangan, dengan target rampung pada semester kedua tahun ini.

“Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan transparansi dan akuntabilitas. Dengan mengikuti standar tertinggi di industri, kami ingin memastikan bahwa praktik kami unggul, sekaligus bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” ujar Head of Investor Relations Harita Nickel Lukito Gozali, dalam keterangan pers, Jumat, 1 Agustus 2025.

Di saat bersamaan, Harita Nickel juga tengah menjalani penilaian Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) dari Responsible Minerals Initiative (RMI). Langkah ini dirancang untuk memastikan seluruh rantai pasok perusahaan bebas dari mineral yang berasal dari wilayah konflik maupun area berisiko tinggi. 

Beberapa fasilitas pengolahan sudah lebih dulu mengantongi sertifikasi ini. PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL) mendapat pengakuan RMI sejak 2024, disusul PT Obi Nickel Cobalt (PT ONC) yang diperkirakan menyusul tahun ini, dan fasilitas smelter RKEF pada 2026.

Konsistensi dalam menjalankan prinsip ESG mendapat pengakuan internasional pada Juli 2025, ketika Harita Nickel masuk ke dalam FTSE4Good Index Series untuk dua kategori sekaligus: Emerging Markets Index dan ASEAN 5 Index

Indeks ini disusun oleh FTSE Russell untuk mengidentifikasi perusahaan yang memiliki kinerja unggul di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Dari sisi bisnis, kinerja Harita Nickel pada semester I 2025 juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan perusahaan mencapai Rp14,10 triliun, didorong oleh peningkatan output produksi dan volume penjualan di seluruh lini.

Penambahan kapasitas dari beberapa proyek konstruksi yang telah selesai memberikan dorongan signifikan, meskipun harga nikel di pasar global mengalami penurunan.

Volume penjualan bijih nikel tercatat 12,36 juta wmt, sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan internal fasilitas smelter dan pemurnian. Di segmen hilir, operasi RKEF menghasilkan 84.817 ton ferronickel (FeNi), berkat tambahan empat lini produksi yang mulai beroperasi awal tahun ini. 

Sementara itu, fasilitas HPAL mencatat penjualan mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nickel sulfate (NiSO₄) sebesar 65.310 ton.

Lukito menegaskan, kekuatan utama Harita Nickel terletak pada struktur bisnis yang terintegrasi, dari penambangan hingga pengolahan. 

“Dengan model ini, kami dapat mengendalikan biaya secara efektif, menjaga efisiensi, dan mengoptimalkan rantai pasok. Pendekatan ini memberi nilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan di tengah dinamika pasar global,” ujarnya.

Langkah-langkah tersebut menegaskan posisi Harita Nickel bukan hanya sebagai pemain besar di industri nikel, tetapi juga sebagai perusahaan yang berupaya tumbuh selaras dengan prinsip keberlanjutan jangka panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait