KABARBURSA.COM - Berkat perayaan Hari Raya Nyepi pada tanggal 11 Maret 2024, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali mengalami peningkatan signifikan.
Hari Raya Nyepi di Bali tidak hanya menjadi waktu istimewa bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk merasakan pengalaman unik, tetapi juga menjadi momen penting bagi industri perhotelan. Seperti dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat 15 Maret 2024.
Meskipun tradisi Nyepi membatasi aktivitas di luar ruangan, permintaan untuk menginap di hotel justru meningkat tajam, menandakan minat yang tinggi dari wisatawan untuk merayakan momen sakral ini sambil menikmati kenyamanan hotel.
Sebagai contoh, PT Hotel Indonesia Group (HIG), sebagai pemimpin di industri perhotelan, melaporkan peningkatan signifikan dalam tingkat hunian kamar di hotel jaringannya selama periode Hari Raya Nyepi.
Di Bali, tingkat hunian tertinggi tercatat di Merusaka Nusa Dua dengan 93persen, diikuti oleh Inna Sindhu Beach dengan 88persen dan Truntum Kuta dengan 81persen.
Tingkat hunian yang meningkat juga terjadi di hotel jaringan HIG di daerah lain seperti Jawa, Nusa Tenggara, dan Kalimantan & Sulawesi.
Perayaan Hari Raya Nyepi tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali tetapi juga ke destinasi lain di Indonesia, menunjukkan daya tarik yang luas dari pariwisata Indonesia.