KABARBURSA.COM - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menjadi Rp6.757 per kilogram dari yang sebelumnya Rp5.000 per kg.
Direktur Eksekutif HKTI, Subuh Prabowo, menyatakan bahwa proses penyesuaian HPP GKP 2024 sedang berproses, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengundang seluruh pemangku kepentingan di bidang pangan untuk membahas hal ini. Seperti dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 24 April 2024.
Menurut Prabowo, setelah penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) GKP 2023, Pemerintah melalui Bapanas telah menunjukkan komitmen untuk melakukan penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah. Prabowo menyambut baik langkah ini, mengatakan bahwa ini merupakan pecah telur sejak tahun 2023, dan penyesuaian harga akan dilakukan setiap tahunnya.
HKTI memprinsipkan bahwa HPP harus menjamin minimal 30 persen keuntungan ditambah 10 persen jaminan risiko dari biaya pokok produksi gabah per kilogram. Berdasarkan survei biaya pokok produksi, ditambah keuntungan 30 persen dan jaminan risiko, HKTI mengusulkan kenaikan HPP GKP 2024 menjadi Rp6.757 per kg.
Prabowo menjelaskan bahwa kenaikan HPP tersebut bertujuan untuk memberikan insentif kepada petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Dia juga berharap agar BULOG dapat lebih proaktif dalam menyerap dan membeli gabah dari petani.
HKTI juga mengusulkan konsep harga dasar dan harga tertinggi untuk gabah yang berlaku untuk semua usaha perberasan, BUMN, dan swasta. Konsep ini akan memberikan jaminan harga kepada petani, pelaku usaha perberasan, dan konsumen, serta menjaga stabilitas harga gabah dan beras.
Sebelumnya, Bapanas memberlakukan fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani, menjadi Rp6.000 per kilogram (kg) dari yang sebelumnya Rp5.000 per kg. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari produksi dalam negeri.