Market Hari Ini 24 Apr 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

HM Sampoerna Gelontorin US$ 300 juta Bikin Produk Terbaru

HM Sampoerna Gelontorin US$ 300 juta Bikin Produk Terbaru
HM Sampoerna Gelontorin US$ 300 juta Bikin Produk Terbaru

KABARBURSA.COM - Selama tahun 2023, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), yang merupakan emiten rokok yang dimiliki oleh Philip Morris International (PMI), mengalokasikan dana sebesar US$ 300 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan produk tembakau bebas asap pertama milik PMI di Asia Tenggara dan yang ketujuh di dunia.

Presiden Direktur HM Sampoerna (HMSP), Vassilis Gkatzelis, menjelaskan bahwa investasi besar tersebut bertujuan untuk mempercepat komersialisasi produk tembakau inovatif bebas asap di wilayah Asia Pasifik. Dengan modal tersebut, perusahaan berhasil meresmikan fasilitas produksi di Karawang dan melakukan pelepasan ekspor perdana untuk produk bernama IQOS ILUMA dengan batang tembakau TEREA, yang ditujukan bagi perokok dewasa dan pengguna produk tembakau/nikotin dewasa di Indonesia.

"Fasilitas produksi kami untuk produk tembakau bebas asap merupakan yang pertama bagi PMI di Asia Tenggara dan yang ketujuh di dunia, serta difokuskan untuk ekspor ke kawasan Asia Pasifik maupun memenuhi permintaan pasar domestik yang sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah," jelasnya dalam pernyataan resmi pada Selasa, 24 April 2024.

Sementara itu, kinerja segmen sigaret kretek tangan (SKT) menunjukkan tanda pemulihan dengan pangsa pasar mencapai 28 persen pada tahun 2023 setelah mengalami penurunan yang berkelanjutan dari 37 persen pada 2006 menjadi 17 persen pada 2019. Hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah terkait cukai produk tembakau yang mempertimbangkan penyerapan tenaga kerja serta bahan baku lokal.

Sampoerna juga meningkatkan fasilitas produksi SKT dan Mitra Produksi Sigaret (MPS) pada awal 2024, yang berdampak langsung pada penyerapan puluhan ribu tenaga kerja baru. Dengan penambahan tersebut, total tenaga kerja Sampoerna secara langsung dan tidak langsung menjadi lebih dari 90 ribu orang.

"Memasuki 111 tahun Sampoerna di Indonesia, kami terus konsisten berupaya berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi jangka panjang, menciptakan nilai ekonomi di seluruh mata rantai industri, dan penyerapan tenaga kerja yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap penciptaan efek berganda di Indonesia," ujar Vassilis.

Namun, Vassilis juga menyoroti tantangan-tantangan utama yang dihadapi oleh industri tembakau, seperti kenaikan tarif cukai yang signifikan di atas tingkat inflasi, kesenjangan cukai antara segmen Volume Golongan 1 dan segmen Di Bawah Volume Golongan 1, serta meningkatnya peredaran rokok ilegal.

Meskipun industri rokok nasional mengalami penurunan volume sebesar 4 persen  dibandingkan tahun 2022, penjualan bersih Sampoerna meningkat sebesar 4,3 persen menjadi Rp 116 triliun. Meskipun begitu, profitabilitasnya masih di bawah tingkat sebelum pandemi.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait