Market Hari Ini 11 May 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

IDAI Respons Tren Pembekuan ASI Bubuk

IDAI Respons Tren Pembekuan ASI Bubuk
IDAI Respons Tren Pembekuan ASI Bubuk

Daftar Isi

  1. 01 Bahaya Metode Tersebut
  2. 02 Manfaat Penting ASI
  3. 03 Ibu Kurang Pemahaman

KABARBURSA.COM - Metode pembekuan ASI dan pengolahannya menjadi bubuk, yang dikenal sebagai teknik lyophilization, kini tengah menjadi sorotan di media sosial.

Dalam metode ini, ASI dibekukan pada suhu ekstrim -50 Celsius selama 3-5 jam, lalu diubah menjadi susu bubuk melalui teknik sublimasi, yaitu transisi air dari bentuk padat ke gas tanpa fase cair.

Meskipun pengeringan ini bertujuan memperpanjang umur simpan ASI hingga 3 tahun, belum ada bukti penelitian yang memadai tentang kualitas nutrisi dan keamanannya bagi bayi. Seperti dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu 11 Mei 2024.

Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, menyoroti bahwa metode ini dapat mengubah rasa dan kualitas ASI, tanpa kejelasan mengenai rasio nutrisi yang tepat untuk bayi.

Proses pembekuan ASI juga telah terbukti menyebabkan perubahan fisik pada komponen utama ASI, serta tidak melalui prosedur pasteurisasi untuk membunuh bakteri berbahaya.

Namun, perlu diwaspadai bahwa metode ini belum diakui oleh organisasi kesehatan seperti CDC, AAP, atau FDA, dan risiko kontaminasi tetap menjadi ancaman, terutama pada saat pengolahan kembali bubuk ASI dengan penambahan air.

Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan agar tidak mempromosikan atau memberikan freeze-dryed ASI kepada bayi, terutama pada bayi dengan kondisi medis tertentu. Menyusui langsung dari payudara ibu tetap menjadi rekomendasi utama untuk memastikan ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi serta memberikan ASI secara alami.

Bahaya Metode Tersebut

Meski tampak menarik, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai. Pertama, ASI merupakan cairan hidup yang komposisinya berubah setiap saat.

Proses pengolahan ASI menjadi sebuah produk yang berbeda, seperti ASI bubuk, berpotensi membuat komponen-komponen hidup di dalam ASI menjadi tidak berguna.

Kedua, freeze-drying ASI menimbulkan perubahan fisik pada komponen utama ASI, belum diketahui dampaknya pada nutrisi bayi, dan berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi.

Sebelum kita terbawa tren dan ikut-ikutan, penting untuk kita cermati lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi.

Meski ASI bubuk tampak sebagai solusi praktis, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk ikut tren ini, pastikan Anda telah mempertimbangkan semua faktor dan risiko yang ada.

Ingat, kesehatan bayi adalah hal yang paling penting. Jangan sampai kita terjebak dalam tren yang berpotensi membahayakan mereka. Mari kita jaga kesehatan bayi dengan bijaksana.

Manfaat Penting ASI

Kesehatan merupakan investasi bagi manusia, karena tanpa kesehatan, manusia tidak dapat berproduksi. Upaya dalam berinvestasi kesehatan dimulai sejak manusia di dalam kandungan, nutrisi yang baik bagi janin, dan ketika lahir. Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi yang ideal bagi bayi dan berkontribusi bagi pertumbuhannya. ASI adalah makanan pertama dan pilihan terbaik bagi bayi pada awal kehidupan

Menyusui merupakan salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan perkembangan sosial serta ekonomi individu. Angka kematian bayi menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu negara dan bahkan untuk mengukur kemajuan suatu bangsa. Salah satu cara untuk menekan angka kematian bayi adalah dengan memberikan makanan terbaik yaitu Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mengurangi angka kematian pada balita.

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan paling sempurna untuk bayi karena memiliki kandungan berbagai zat gizi dan antibodi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembagan bayi. Bayi yang menerima ASI Eksklusif telah terbukti lebih cerdas dan sulit terserang penyakit ASI juga mempunyai khasiat preventif secara imunologik dengan adanya antibodi dan zat-zat lain.

Berbagai manfaat ASI yang bisa didapatkan bagi bayi antara lain dapat membantu memulai kehidupan bayi dengan baik, mengandung antibodi, selain ASI mengandung komposisi yang tepat juga membuat rasa nyaman dan aman bagi bayi sehingga adanya ikatan antara ibu dan bayi, meningkatkan daya tahan tubuh, membentuk perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena gerakan menghisap mulut bayi pada payudara, menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Serta menurunkan risiko ibu mengalami depresi postpartum atau depresi pasca melahirkan. Melihat begitu banyak manfaat ASI eksklusif sebagai makanan sekaligus minuman terbaik untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan.

Ibu Kurang Pemahaman

Beberapa faktor penyebab kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif di antaranya inisiasi yang terhambat, ibu yang kurang pemahaman atau kurang pengalaman, tidak ada dukungan keluarga, faktor sosial budaya, kondisi fisik dan psikis ibu serta kondisi bayi yang tidak sehat serta kebijakan rumah sakit yang kurang mendukung laktasi. Rendahnya pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan kualitas SDM secara umum.

Untuk mendukung keberhasilan menyusui perlu adanya upaya pemberian informasi yang benar dan dukungan kuat untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan ibu dapat menyusui secara optimal, dengan dukungan kuat dari para ayah, keluarga, teman, tempat kerja dan masyarakat, dengan keterlibatan semuanya mari kita dukung pemberian ASI eksklusif.

 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait