Market Hari Ini 26 Dec 2023 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

IHSG 2024 Bisa Tembus Level 7.700 di Tahun 2024

IHSG 2024 Bisa Tembus Level 7.700 di Tahun 2024
IHSG 2024 Bisa Tembus Level 7.700 di Tahun 2024

KABARBURSA.COM - Pada tahun 2024, proyeksi kinerja pasar saham Indonesia, diwakili oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), diperkirakan akan mencapai level 7.700. IHSG menunjukkan kenaikan sebesar 0.39 persen atau 27.90 poin ke angka 7.237 hingga penutupan perdagangan Jumat (22/12).

Menurut Mayang Anggita, Analis Teknik Senior Sinarmas Sekuritas, faktor domestik, terutama sentimen Pemilu 2024, akan menjadi penggerak utama. "Outlook pasar berpotensi positif jika pemilihan presiden (pilpres) dilakukan dalam satu putaran," ujarnya kepada Kontan pada Jumat (22/12).

Namun, Mayang juga menyoroti potensi ketidakpastian jika pilpres harus dilaksanakan dalam dua putaran, yang berarti dapat selesai pada bulan Juli 2024. Hal ini berisiko memperpanjang ketidakpastian dalam politik dan ekonomi, yang kemungkinan akan memengaruhi pergerakan pasar.

Dari sisi faktor global, outlook pasar cenderung positif, didorong oleh dampak sinyal dovish dari The Fed yang berpotensi menurunkan suku bunga pada pertengahan tahun 2024. Investor diharapkan untuk memantau sinyal suku bunga The Fed pada Mei 2024, periode krusial yang mungkin membuka pintu kebijakan penurunan suku bunga di bulan Juni atau Juli 2024.

Meskipun IHSG bergerak sideway sepanjang tahun 2023, Mayang melihat bahwa IHSG masih mempertahankan tren bullish secara lebih luas. Dengan kata lain, IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan penguatannya di tahun depan. Proyeksi Mayang menunjukkan bahwa IHSG akan menguat menuju trendline jangka panjang di level 7.700 pada tahun 2024.

Tentunya, hal ini dengan catatan bahwa IHSG mampu mengatasi uji resistance di titik tertinggi sepanjang masa di level 7.377.

Mayang merekomendasikan sektor perbankan, properti, telekomunikasi, consumer goods, dan retail sebagai sektor yang menarik untuk diperhatikan di tahun 2024. Secara teknikal, saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI masih layak untuk dihold. Di sektor consumer goods, investor dapat mempertimbangkan saham INDF dan ICBP untuk speculative buy atau cicil beli bertahap. Sementara itu, di sektor retail, Mayang merekomendasikan hold untuk MAPI dan ERAA.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait