Market Hari Ini 08 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com Editor: Yunila Wati

IHSG 2026 Dibayangi MSCI, Komoditas Jadi Penopang Pasar

Analis menilai volatilitas IHSG pada 2026 masih tinggi akibat sentimen domestik dan penyesuaian MSCI.

IHSG 2026 diperkirakan tetap volatil akibat sentimen domestik dan MSCI. Analis menilai sektor komoditas masih menopang kinerja pasar saham.

Analis menilai sektor komoditas tetap menjadi penopang penting bagi pasar saham Indonesia. (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)
Analis menilai sektor komoditas tetap menjadi penopang penting bagi pasar saham Indonesia. (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)

KABARBURSA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2026 diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas akibat sentimen domestik dan penyesuaian global, termasuk efek dari indeks MSCI. Namun, analis menilai sektor komoditas tetap menjadi penopang penting bagi pasar saham Indonesia.

Equity Research Analyst RHB Sekuritas Indonesia, Faudzan Djamal, mengatakan bahwa tekanan terhadap IHSG berasal dari kebijakan dalam negeri yang memengaruhi kepercayaan investor baik domestik maupun mancanegara.

“Tantangan ke depan itu justru lebih banyak datang dari sisi domestik, terutama kebijakan di Indonesia sendiri. Itu yang membuat sentimen pasar kadang sulit diprediksi meski fundamental komoditasnya bagus,” ujar Faudzan kepada Kabarbursa.com, Minggu, 8 Februari 2026.

Meski begitu, ia menilai secara makro harga komoditas dunia masih menunjukkan tren positif, khususnya pada nikel, tembaga, timah, aluminium, dan emas. Ketatnya pasokan global serta akumulasi stok oleh China menjadi faktor yang menjaga harga.

Supply base metal global relatif terbatas. China juga terlihat mengamankan stok logam strategis seperti copper. Ini yang menopang story sektor komoditas di pasar saham, termasuk di IHSG,” jelasnya.

Faudzan menilai isu penyesuaian MSCI berpotensi menekan IHSG dalam jangka pendek karena memicu rebalancing portofolio investor asing.

“Kalau ada shock dari MSCI, pasar memang bisa tertekan dulu. Tapi koreksi seperti itu sering kali justru membuka ruang akumulasi di saham-saham yang fundamentalnya masih kuat,” katanya.

Menurutnya, penurunan harga akibat sentimen non-fundamental seharusnya tidak selalu diartikan sebagai pelemahan struktural IHSG, melainkan bagian dari siklus pasar.

Dalam struktur IHSG, saham berbasis komoditas masih memegang peran besar. Faudzan menilai narasi bullish komoditas global dapat membantu menjaga performa indeks di tengah ketidakpastian sektor lain.

“Metal mining masih punya story. Emas dan base metal secara earnings masih bisa justify kinerja emiten di 2026, dan itu penting untuk menopang IHSG,” ujarnya.

Ia juga menyoroti minat investor global terhadap emas yang tetap tinggi karena bank sentral dunia masih aktif menambah cadangan emas.

“Selama central bank masih net buyer, harga emas cenderung sustain. Itu memberi sentimen positif ke saham emas di pasar,” tambahnya.

Faudzan menyarankan pelaku pasar tidak hanya mengandalkan analisis teknikal, tetapi juga memperhatikan valuasi dan pertumbuhan laba ke depan.

“Sekarang bukan cuma lihat PER atau EV/EBITDA. Investor juga perlu lihat PEG, apakah valuasinya masih sebanding dengan growth earnings di 2026,” jelasnya.

Ia menutup dengan menekankan bahwa pergerakan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara sentimen global, kebijakan domestik, dan kinerja sektor unggulan seperti komoditas.

“IHSG tetap punya peluang, tapi investor harus lebih selektif dan paham cerita sektornya,” pungkas Faudzan. (*)

 

Reporter: Nadek

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait