Market Hari Ini 04 Mar 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

IHSG Anjlok 3,25 Persen ke 7.681: BEI Sebut Dua Faktor ini

IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG pada pukul 11.13 WIB tercatat turun 258,11 poin

IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG pada pukul 11.13 WIB tercatat turun 258,11 poin atau 3,25

Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG pada pukul 11.13 WIB tercatat turun 258,11 poin atau 3,25 persen ke level 7.681,65 bahkan sempat menyentuh penurunan 4 persen. Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi sejak pembukaan dan membuat indeks bergerak semakin jauh dari level psikologis 7.900.

Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di level 7.896,38, sempat menyentuh level tertinggi 7.897,81, lalu merosot hingga level terendah 7.584,86 dalam sesi intraday. Total volume transaksi di seluruh pasar mencapai 311,07 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp15,98 triliun dan frekuensi 1,85 juta kali transaksi. Di pasar reguler, tercatat volume 306,01 juta lot dengan nilai Rp15,70 triliun dan frekuensi 1,85 juta kali transaksi.

Penurunan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap faktor eksternal. Tekanan utama pasar disebut lebih dipengaruhi sentimen global perang Iran dengan Amerika dan Israel.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandi, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG bergerak sejalan dengan tekanan yang juga terjadi di bursa regional.

“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX. Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8 persen,” ujar Irvan dalam keterangan tertulis pada Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menambahkan, kondisi tersebut dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas. Situasi semakin memburuk setelah Iran menutup Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis energi global.

“Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup Selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat,” katanya.

Kenaikan harga minyak dunia dinilai berpotensi menekan inflasi global serta meningkatkan risiko perlambatan ekonomi di berbagai negara. Pasar saham di kawasan Asia pun bergerak serempak di zona merah, mencerminkan aksi jual yang didorong sentimen risk off dari investor global.

Dengan tekanan eksternal yang masih kuat dan volatilitas tinggi di pasar regional, pelaku pasar domestik cenderung memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko. Pergerakan IHSG dalam beberapa sesi ke depan akan sangat ditentukan oleh perkembangan situasi geopolitik dan stabilitas harga energi dunia, yang saat ini menjadi faktor dominan dalam membentuk sentimen pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait