Market Hari Ini 02 Jun 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Tim Editorial

IHSG Awal Juni Cerah, Dibuka Menguat 1,45 Persen ke Level 6.216

IHSG mengawali perdagangan Juni 2026 dengan penguatan 1,45 persen ke level 6.216. Sektor energi, bahan baku, dan infrastruktur memimpin kenaikan

IHSG dibuka menguat 1,45 persen ke level 6.216 pada perdagangan 2 Juni 2026.

Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026 usai naik 88,68 poin atau 1,45 persen ke level 6.216,06 dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan awal sesi I hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.219,92 dan level terendah 6.204,90. Adapun posisi pembukaan berada di level 6.210.

Berdasarkan data perdagangan, total volume transaksi seluruh pasar di sesi I mencapai 7,90 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp937,23 miliar dari 71,63 ribu transaksi. Pada pasar reguler, volume perdagangan tercatat 7,89 juta lot dengan nilai transaksi Rp937,13 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 71,60 ribu kali.
 

Penguatan IHSG pada awal perdagangan ditopang mayoritas sektor yang bergerak positif. Sektor energi menjadi pemimpin kenaikan dengan penguatan 2,12 persen, disusul sektor bahan baku atau basic industry yang naik 1,63 persen. Sektor infrastruktur menguat 1,36 persen, sektor cyclical naik 0,98 persen, sektor teknologi bertambah 0,89 persen, sektor properti naik 0,43 persen, sektor kesehatan menguat 0,39 persen, sektor industri naik 0,40 persen, dan sektor keuangan menguat 0,27 persen.

Sementara itu, hanya dua sektor yang bergerak di zona merah. Sektor barang konsumsi primer atau non-cyclical terkoreksi 0,15 persen, sedangkan sektor transportasi dan logistik turun 0,12 persen.

Dari jajaran top gainers, saham PT Link Net Tbk (LINK) yang bergerak di sektor infrastruktur dan telekomunikasi memimpin penguatan setelah melonjak 19,47 persen ke level Rp1.350 per saham. Kenaikan LINK diikuti saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menguat 18,79 persen ke level Rp3.920.

Selanjutnya, saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 17,65 persen ke level Rp280. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga menguat 16,67 persen ke posisi Rp735. Sementara saham PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) yang bergerak di sektor manufaktur plastik naik 14,50 persen ke level Rp300.

Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham. PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah turun 9,60 persen ke level Rp226. Saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) dari sektor properti terkoreksi 9,36 persen ke posisi Rp775.

Kemudian saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) melemah 8,38 persen ke level Rp164. Saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) juga turun 7,76 persen ke posisi Rp10.100. Sementara saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) terkoreksi 7,29 persen ke level Rp4.070.

Sebelumnya diberitakan, IHSG diprediksi bakal bergerak konsolidatif pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dalam rentang support 6.070 dan resistance 6.285.

BRI Danareksa menyebut, sentimen pasar pada pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Indonesia Mei 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 2,94 persen Year on Year (YoY) serta surplus neraca perdagangan yang berpotensi menyusut menjadi USD1,31 miliar.

"Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global," tulis BRI Danareksa dalam riset hariannya.

Diketahui, pada perdagangan terakhir pekan lalu atau Jumat, 29 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 0,05 persen atau 2,81 poin ke level 6.127.

BRI Danareksa mencatat, pelemahan itu dibarengi dengan net foreign sell sebesar Rp8,36 triliun di pasar reguler.

"Pelemahan indeks terutama dipengaruhi oleh aksi jual asing terkait rebalancing MSCI yang menekan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar," ungkap mereka. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait